Cilegon – Selain anggaran dalam proyek Lanjutan Pembangunan Jalan Bonakarta-Masigit oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dinilai elemen masyarakat terlalu besar dan diduga tidak logis, pemasangan papan informasi proyek yang dikerjakan oleh PT. Tria Laksana Jaya juga disoal oleh Kepala Kejari Cilegon.
Volume proyek jalan tembusan dari kawasan Bonakarta ke Masigit dengan volume panjang 680 meter dan lebar 24 meter, yang bersumber dari APBD Kota Cilegon sebesar Rp. 9.135.304.000,-.
“Untuk jalan 680 meter saja masa anggarannya sampai 9 miliar lebih, kan gak masuk akal. Ini pemborosan anggaran. Kontraktornya gak ada, akan saya tanyakan ke PU,” kata Ketua Umum LSM Banten Monitoring Perindustrian dan Perdagangan (BMPP), Deni Juweni kepada wartawan.
Bahkan dalam pantauan langsung awak media pada Rabu (14/0/2019) sore, Deni Juweni dengan mengajak beberapa pengurus dan anggota LSM BMPP sempat menggeruduk lokasi proyek untuk melihat langsung aktifitas pekerjaan yang sudah kembali berjalan. Namun pihaknya tidak menemui satu pun dari pihak manajemen PT. Tria Laksana Jaya di lokasi proyek, ada apa ini?
Sehingga wartawan juga belum bisa mengkonfirmasi untuk secara detail terkait dugaan janggalnya papan informasi proyek tersebut, rambu Safety K3 dan tidak adanya rambu-rambu lalu lintas di akses masuk proyek, karena pihak keamanan proyek enggan memberikan nomor telepon pihak kontraktor.
Kepala Kejari Kota Cilegon, Andi Mirnawati saat dimintai tanggapannya, Rabu (14/8/2019) kemarin mengatakan agar perusahaan pelaksana tersebut untuk segera mengganti papan nama proyek dan harus berdampingan dengan papan nama dari Kejari Cilegon dan mestinya harus dikeluarkan.
“Terimakasih atas informasinya, papan nama proyek tersebut masih tidak sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku. Apalagi proyek ini bernilai 9 Milyar jadi benar-benar harus disosialisasikan, bahwa kegiatan pelaksanaan proyek ini dalam pantauan dan pengawasan Kejari Cilegon dan tim TP4D,” katanya.
Dan parahnya, papan proyek Lanjutan Pembangunan Jalan Bonakarta-Masigit yang ada saat ini, bahkan untuk rangka saja masih tidak mau keluar modal. Karena tampak jelas hanya menempelkannya pada rangka proyek bekas paket sebelumnya yang masih terpasang.(Madsari)



