Lapas Terbuka Kelas IIB Ciangir menggelar rangkaian peringatan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan, Jumat hingga Sabtu (20–21 Maret 2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan jajaran petugas sebagai bagian dari pembinaan kepribadian berbasis keagamaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Gema Takbir pada Jumat malam (20/03) pukul 18.00 WIB. Sebanyak 41 WBP mengikuti lantunan takbir yang menggema di lingkungan lapas, menciptakan suasana religius yang sarat makna kemenangan setelah menjalani bulan Ramadan. Kegiatan tersebut turut dihadiri pejabat struktural, di antaranya Kasi Binapigiatja Edrawanto, KaKPLP Dede, Kasi Adm Kamtib Erlangga, Kasubsi Regbimpas Harry, Kasubsi Portatib Kurnia, serta regu pengamanan dan staf.
Memasuki hari kedua, Sabtu (21/03), seluruh WBP bersama petugas melaksanakan Sholat Idul Fitri yang dipimpin oleh Ustad Entis. Pelaksanaan ibadah berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan, menjadi momentum refleksi diri sekaligus penguatan nilai spiritual di lingkungan pemasyarakatan.
Usai pelaksanaan sholat Id, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian remisi Hari Raya Idul Fitri yang diserahkan secara simbolis oleh Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Ciangir, Soeistanto Poedji Djatmiko. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat internal serta unsur pengamanan eksternal dari Koramil 03 Legok dan Polsek Legok.
Sebanyak 37 WBP menerima remisi pada Idul Fitri tahun ini, dengan rincian 6 orang memperoleh pengurangan masa pidana selama 15 hari dan 31 orang lainnya selama 1 bulan. Remisi diberikan sebagai bentuk penghargaan atas perilaku baik serta partisipasi aktif dalam program pembinaan.
Kepala Lapas menyampaikan bahwa pemberian remisi diharapkan menjadi motivasi bagi WBP untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas kepribadian. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Lapas Terbuka Ciangir dalam memenuhi hak-hak WBP secara adil, transparan, dan akuntabel.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Lapas Terbuka Ciangir tidak hanya menghadirkan suasana Hari Raya di dalam lapas, tetapi juga memperkuat nilai-nilai pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku dan reintegrasi sosial.



