Santunan 10 Muharam, Masjid Jami Al-Hidayah Nusajaya Salurkan Kepedulian untuk 113 Anak Yatim dan Dhuafa


Kota Tangerang — Momentum 10 Muharam dimanfaatkan masyarakat Kelurahan Nusajaya, Kecamatan Karawaci, untuk memperkuat kepedulian sosial melalui kegiatan santunan anak yatim dan dhuafa di Masjid Jami Al-Hidayah, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri unsur pemerintah dan masyarakat, mulai dari Kasi TAPEM, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua RW/RT hingga tokoh masyarakat.

Pembawa acara, Ahmad Yani, menegaskan bahwa kehadiran masyarakat menjadi bukti nyata solidaritas warga.

“Ini bukan sekadar seremoni, tapi wujud nyata kepedulian. Kehadiran masyarakat malam ini menunjukkan bahwa nilai kebersamaan dan empati masih sangat kuat di tengah kita,” ujarnya.

Ketua panitia, Sugianto, menekankan pentingnya peran gotong royong dalam terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Acara ini tidak akan berjalan tanpa kebersamaan. Dukungan masyarakat dan para donatur adalah kekuatan utama kami. Ini bukti bahwa kepedulian sosial di lingkungan kita masih hidup dan terus bergerak,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DKM Masjid Jami Al-Hidayah, H. Samsuni, menyampaikan bahwa santunan diberikan kepada 113 anak yatim dan dhuafa, sekaligus menjadi pengingat pentingnya berbagi.

“Anak-anak yatim adalah amanah bagi kita semua. Apa yang kita berikan hari ini mungkin tidak besar secara materi, tetapi memiliki makna besar sebagai bentuk kasih sayang dan tanggung jawab sosial,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan terus berlanjut setiap tahun.

“Kami ingin kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini, tetapi menjadi tradisi kebaikan yang terus dijaga oleh masyarakat,” lanjutnya.

Rangkaian acara turut diisi dengan zikir yang dipimpin Ustad Samsudin, tausiyah oleh Ustad Marsoni Sanusi yang mengajak jamaah memperkuat kepedulian terhadap sesama, serta ditutup dengan doa oleh Ustad Suja’i.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya berbagi kebahagiaan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai sosial dan keagamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
(nurul).


Next Post

Sagu Ikan dan Halua Kenari Kepsul Dilirik Jadi Merek Kolektif Koperasi Merah Putih

Jum Jun 26 , 2026
Sanana – Produk sagu ikan dari Desa Modapuhi Trans, dan halua kenari dari Desa Wailau di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) […]