Perumdam TKR Pastikan Kualitas Air Bersih Tetap Terjaga, Dukung Kelola Sampah TPA Jatiwaringin

Dirut Perumdam TKR Sofyan Sapar di TPA Jatiwaringin

Tangeranv – Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) memastikan kualitas air bersih tetap terjaga dan pihaknya mendukung penuh pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang Banten

Direktur Utama Perumdam TKR, Sofyan Sapar, mengatakan isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, tidak bisa dipisahkan dari sektor pelayanan air bersih.

“Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga kualitas lingkungan, karena air bersih dan pengelolaan sampah adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Kualitas sumber air baku sangat bergantung pada bagaimana kita mengelola limbah dan sampah di darat,” kata Sofyan, pekan lalu.

Sebagai penyedia layanan air bersih, Perumdam TKR menilai bahwa pengelolaan sampah memiliki kaitan erat dengan keberlanjutan kualitas air baku di daerah.

Namun langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang, kata dia bersama Kementerian Lingkungan Hidup di TPA Jatiwaringin merupakan gerakan strategis untuk menjaga keseimbangan lingkungan.

Menurut dia, proyek Waste to Energy di Jatiwaringin ini menjadi kemajuan penting maka dengan pengelolaan sampah yang baik, dampak positifnya akan dirasakan langsung pada keberlanjutan layanan air bersih bagi masyarakat.

Sebagai BUMD daerah tidak hanya berfokus pada pelayanan air minum, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan, dikutip siaran pers Humas Perumdam TKR.

“Kami terus berupaya memastikan kualitas air baku tetap aman, dan itu tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada sinergi antara pemerintah daerah, kementerian, dan lembaga lingkungan dalam mengelola sampah serta mencegah pencemaran,” tambahnya.

Di menilai tumpukan sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran air tanah dan sungai, yang menjadi sumber air baku untuk pengolahan air bersih.

Oleh karena itu, maka pengelolaan sampah melalui pendekatan Waste to Energy menjadi solusi penting dalam memastikan air yang dihasilkan tetap memenuhi standar kesehatan.

Dia menambahkan jika limbah dan sampah di darat tidak terkendali, maka sumber air baku juga akan tercemar. Karena itu kami sangat mendukung sistem pengelolaan sampah modern seperti Waste to Energy ini.

Pihaknya menyambut baik langkah Menteri Lingkungan Hidup yang mendorong penerapan sistem keping membran di TPA Jatiwaringin sebagai solusi penanganan sementara timbunan sampah. Inovasi tersebut terbukti efektif menekan risiko pencemaran dan bisa menjadi contoh nasional bagi daerah lain.

Perumdam TKR berkomitmen terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang, DLHK, serta instansi terkait lainnya dalam mendukung program nasional pengelolaan sampah terpadu yang berorientasi pada kelestarian lingkungan dan ketersediaan air bersih. (*)


Next Post

Bupati Tangerang Tekankan Pelayanan dan Kepedulian dalam Pembangunan Daerah

Sel Des 2 , 2025
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menekankan peningkatan aspek pelayanan, penyelenggaraan dan kepedulian sosial untuk kepentingan pembangunan daerah dan masyarakat kepada […]