PLTU Lontar Perkuat Sinergi di Ramadan, Serap Aspirasi Warga hingga Bahas Pemanfaatan FABA


TANGERANG – PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Banten 3 Lontar kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat dan pemangku kepentingan melalui Forum Stakeholder yang digelar pada Rabu (18/3/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung di momen Ramadan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga perwakilan masyarakat di sekitar wilayah operasional pembangkit.

Forum ini menjadi wadah penting untuk menyatukan visi antara perusahaan dan stakeholder dalam mendukung keberlangsungan operasional pembangkit listrik sekaligus mendorong pembangunan sosial yang berkelanjutan di wilayah sekitar.

Dalam forum tersebut, UBP Lontar активно menjaring berbagai aspirasi masyarakat, khususnya terkait program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Dialog terbuka yang berlangsung memberi kesempatan kepada para pemangku kebijakan untuk menyampaikan masukan, kritik, hingga saran terhadap program-program pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan maupun yang akan dirancang ke depan.

Senior Manager UBP Lontar, Ria Indrawan, menegaskan bahwa keberhasilan operasional PLTU tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan stakeholder.

“Melalui forum ini, kami memohon masukan apabila terdapat program yang belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan masyarakat. Harapan kami, seluruh program dapat berjalan tepat sasaran dan memberi manfaat luas,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa sebagai salah satu PLTU terbesar kedua di Indonesia, komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan menjadi kunci utama menjaga kepercayaan publik.

Apresiasi datang dari Camat Kemiri, Rudi Hadikarsono, yang menyebut keberadaan PLTU Lontar telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Salah satunya melalui program renovasi sekolah di dua desa di Kecamatan Kemiri yang dinilai mampu meningkatkan kualitas sarana pendidikan.

“Kami berharap kolaborasi ini terus diperkuat melalui program sosial dan pemberdayaan masyarakat yang mendukung pembangunan daerah,” ungkapnya.

FABA Jadi Sorotan: Limbah Bernilai Ekonomi
Selain membahas program sosial, forum ini juga menyoroti pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA) yang kini mulai dikembangkan sebagai material bernilai guna.

Assistant Manager Umum, Farid Setiawan, memaparkan berbagai potensi pemanfaatan FABA untuk mendukung pembangunan infrastruktur hingga kebutuhan masyarakat sekitar.

Langkah ini dinilai tidak hanya berdampak pada efisiensi pengelolaan limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Diskusi Interaktif, Harapan Berkelanjutan
Suasana forum berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta активно menyampaikan berbagai pandangan terkait efektivitas program TJSL serta implementasi pemanfaatan FABA.

Para stakeholder juga berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan dapat rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana komunikasi, koordinasi, dan penguatan kemitraan.

Melalui forum ini, UBP Lontar вновь menegaskan komitmennya untuk terus menjaga hubungan harmonis dengan seluruh stakeholder serta berperan aktif dalam mendukung pembangunan sosial dan stabilitas wilayah di sekitar area operasional.

Di tengah suasana Ramadan yang penuh makna, kolaborasi ini menjadi simbol bahwa sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat adalah fondasi utama menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
(MN)


Next Post

5 Kasus Kriminal Dibongkar Polres Tangerang Kota Saat Ramadan, dari Curas Brutal hingga Sindikat Debt Collector Palsu

Kam Mar 19 , 2026
TANGERANG – Situasi keamanan selama bulan suci Ramadan 2026 di wilayah Tangerang Raya diguncang oleh maraknya aksi kriminal. Namun, Polres […]