Perkuat Ketahanan Nasional, Wapres Dorong Diversifikasi Pangan dan Digitalisasi Ekonomi


Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan dan transformasi digital merupakan dua pilar penting dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikan Wapres saat memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVII dan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXIX Lembaga Ketahanan Masyarakat Republik Indonesia (Lemhannas RI) Tahun 2026.

Apa yang disampaikan Wapres sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan dan transformasi digital sebagai prioritas strategis nasional dalam mewujudkan kemandirian ekonomi, meningkatkan daya saing bangsa, serta memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika dan ketidakpastian global yang terus berkembang.

Dalam bidang ketahanan pangan, Wapres menekankan pentingnya perbaikan menyeluruh dari hulu hingga hilir, mulai dari tata kelola pupuk, irigasi, pembibitan, hingga mekanisasi pertanian. Menurutnya, swasembada pangan merupakan agenda strategis nasional yang harus terus didorong secara konsisten.

Selain peningkatan produksi, Wapres juga menyoroti pentingnya diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan pada satu komoditas. Indonesia, kata Wapres, memiliki berbagai sumber pangan lokal yang berpotensi menjadi komoditas unggulan dunia.

“Porang, sukun, daun kelor, sagu, hingga rumput laut merupakan superfood yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan diminati pasar internasional. Tren global saat ini mengarah pada gaya hidup sehat sehingga menjadi peluang besar bagi Indonesia,” jelasnya.

Wapres juga menyoroti besarnya potensi ekonomi biru Indonesia, khususnya pada sektor kelautan dan perikanan. Rumput laut Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia, namun pengembangan industri hilir masih perlu diperkuat agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga menyinggung pembangunan infrastruktur pendukung pangan seperti bendungan dan kawasan kampung nelayan yang dilengkapi fasilitas cold storage, pabrik slurry ice, hingga SPBU khusus nelayan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sementara itu, terkait penguatan ekonomi nasional, Wapres menegaskan bahwa digitalisasi menjadi kunci utama untuk meningkatkan efisiensi birokrasi sekaligus menutup celah-celah penyimpangan.

“Digitalisasi adalah instrumen penting untuk memangkas birokrasi yang berbelit, mencegah pungutan liar, meningkatkan transparansi, serta mengurangi potensi korupsi. Karena itu, pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI), harus terus didorong,” ujarnya.

Wapres menambahkan bahwa berbagai platform digital pemerintah seperti OSS, e-Katalog, dan GovTech harus terus diperkuat agar mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Menutup pembekalan, Wapres mengajak seluruh peserta Lemhannas RI untuk menjadi pemimpin yang visioner, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

“Ketahanan pangan, transformasi digital, dan kolaborasi lintas sektor adalah fondasi penting untuk membawa Indonesia menjadi negara maju yang tangguh menghadapi berbagai tantangan global,” tutup Wapres.