KOTA TANGERANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang kembali menunjukkan perannya sebagai motor utama pembinaan olahraga daerah dengan melepas 411 atlet pelajar terbaik untuk berlaga di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) di Kota Cilegon.
Di bawah kepemimpinan KONI, kontingen Kota Tangerang tidak hanya dipersiapkan untuk berpartisipasi, tetapi juga untuk mempertahankan tradisi prestasi sebagai juara umum. Hal ini menjadi bukti nyata konsistensi KONI dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan dan kompetitif.
Ketua KONI Kota Tangerang, Dirman, menegaskan bahwa kesiapan atlet merupakan hasil dari sistem pembinaan yang terencana dan berkesinambungan. Salah satu program unggulan yang menjadi fondasi kekuatan kontingen adalah Pusat Latihan Cabang (Puslacap).
“Seluruh atlet yang berangkat merupakan hasil dari proses pembinaan yang terstruktur melalui Puslacap. Ini adalah bentuk komitmen KONI dalam memastikan atlet tidak hanya siap bertanding, tetapi juga mampu bersaing di level tertinggi,” ujar Dirman, Selasa (9/6/2026).
Program Puslacap sendiri menjadi tulang punggung strategi KONI dalam mencetak atlet berprestasi. Melalui pemusatan latihan yang terukur, para atlet mendapatkan pembinaan menyeluruh mulai dari peningkatan teknik, fisik, hingga mental bertanding.
Tak hanya itu, dukungan penuh dari KONI juga tercermin dalam aspek pendanaan yang memastikan seluruh kebutuhan pembinaan atlet dapat terpenuhi secara optimal.
“Kami pastikan seluruh program berjalan maksimal, termasuk dari sisi anggaran. Ini penting agar atlet bisa fokus berlatih tanpa kendala, sehingga performa mereka di lapangan benar-benar optimal,” jelasnya.
Dalam ajang POPDA kali ini, KONI Kota Tangerang memasang target ambisius sebagai bagian dari upaya menjaga dominasi prestasi olahraga daerah.
“Target kami jelas, mempertahankan gelar juara umum. Setiap cabang olahraga didorong untuk mencapai minimal 30 persen kemenangan di setiap nomor pertandingan. Ini adalah bentuk keseriusan kami dalam menjaga tradisi juara,” tegas Dirman.
Menjelang pertandingan, KONI juga menerapkan strategi pematangan akhir dengan menyesuaikan pola latihan atlet. Intensitas latihan berat mulai dikurangi dan diganti dengan program pemulihan serta penguatan mental.
“Kami fokus menjaga kondisi atlet agar tetap prima. Latihan lebih diarahkan pada pelemasan dan refreshing, sehingga saat bertanding mereka berada dalam kondisi terbaik, baik secara fisik maupun mental,” tambahnya.
Kehadiran Wali Kota Tangerang dalam prosesi pelepasan turut menjadi energi tambahan bagi para atlet. Namun, di balik itu semua, peran strategis KONI tetap menjadi faktor kunci dalam menyatukan visi, pembinaan, dan pencapaian prestasi olahraga daerah.
Dengan sistem pembinaan yang matang, dukungan penuh, serta semangat juang para atlet, KONI Kota Tangerang optimistis mampu kembali mengukir prestasi gemilang di ajang POPDA Cilegon dan memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah dengan pembinaan olahraga terbaik di Provinsi Banten.
KONI Kota Tangerang pun menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam mencetak atlet unggul yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas dan kebanggaan daerah.(zher)



