Tangerang – Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, Kampus Universitas Mercu Buana menggelar sosialisasi dan program pemberdayaan di Desa Pondok Kelor, Kecamatan Sepatan Timur. Kegiatan yang dihadiri mahasiswa, mahasiswi, serta dosen pembimbing ini memaparkan strategi penanganan sampah sekaligus pengembangan potensi lokal, dilaksanakan pada Minggu (14/6/2026).
Turut hadir dan memberikan dukungan penuh adalah Kepala Desa beserta perangkatnya, pengurus Karang Taruna, hingga ratusan warga setempat. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan mendapat antusiasme yang baik dari masyarakat.
Kepala Desa Pondok Kelor, Junaedi S.I.P, menyampaikan apresiasi mendalam atas program yang diusung perguruan tinggi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan edukasi berharga bagi warga dan generasi muda untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan Karang Taruna, guna meningkatkan kualitas di sektor penanganan sampah. Meskipun hari ini hari Minggu, kantor desa tetap buka demi mengedepankan kepentingan dan pelayanan bagi warga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Junaedi menjelaskan bahwa program ini juga bertujuan menghidupkan kembali identitas desa. Sesuai namanya, Desa Pondok Kelor dulunya dikenal sebagai daerah yang banyak ditumbuhi pohon kelor. Melalui kerja sama ini, Universitas Mercu Buana melaksanakan penanaman kembali pohon kelor secara masif.
“Nantinya daun kelor tersebut akan diolah menjadi produk bernilai ekonomi, yaitu minuman sehat yang dikemas dalam botol. Intinya, selain menangani permasalahan sampah, kami juga ingin mengembangkan potensi dan mengangkat kembali nama asli Desa Pondok Kelor,” tambahnya.
Program ini menjadi langkah nyata menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan masyarakat, menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi warga setempat.



