Tangwrang – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menegaskan bahwa tema Hari Gizi Nasional (HGN) 2026 bukan sekadar slogan seremonial, melainkan bagian dari strategi konkret pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan gizi masyarakat secara berkelanjutan.
“Pemenuhan gizi seimbang dari pangan lokal adalah langkah strategis dan berkelanjutan. Kita ingin masyarakat memahami bahwa sumber protein, vitamin, dan mineral tidak harus berasal dari bahan impor atau mahal. Kabupaten Tangerang memiliki potensi pangan lokal yang sangat kaya dan itu harus dimanfaatkan secara optimal,” tegas Hendra, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, pendekatan berbasis pangan lokal menjadi kunci dalam menekan angka stunting sekaligus memperkuat kemandirian pangan keluarga.
Ia menambahkan, Dinas Kesehatan terus memperkuat edukasi melalui Puskesmas, kader Posyandu, serta kolaborasi lintas sektor bersama sekolah dan TP PKK agar intervensi gizi berjalan terintegrasi dari hulu ke hilir.
“Upaya penurunan stunting tidak bisa parsial. Kita harus bergerak bersama, mulai dari keluarga, sekolah, hingga komunitas. Melalui seminar ini, kami ingin menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen seluruh sektor dalam mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat,” tambahnya.
Dengan pendekatan kolaboratif tersebut, Pemkab Tangerang optimistis penanganan stunting tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan.(zher)



