Serang, INFO PAS – Komitmen Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Banten dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik kembali membuahkan hasil. Empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) berhasil meraih penghargaan atas hasil Penilaian Pelayanan Publik Tahun 2025 dari Ombudsman Republik Indonesia.
Adapun UPT yang memperoleh nilai terbaik tersebut adalah:
• Lapas Kelas IIA Cilegon dengan nilai 91,16 (Sangat Baik)
• Rutan Kelas I Tangerang dengan nilai 90,38 (Sangat Baik)
• Bapas Kelas I Tangerang dengan nilai 79,89 (Baik)
• Rutan Kelas IIB Pandeglang dengan nilai 78,69 (Baik)
Penilaian Ombudsman RI ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai standar, transparan, dan profesional.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Banten, Ali Syeh Banna, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti bahwa jajaran Pemasyarakatan Banten terus berbenah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Penghargaan ini bukan sekadar angka. Ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan yang cepat, jelas, ramah, dan dapat dipercaya oleh masyarakat,” ujar Ali Syeh Banna.
Menurutnya, nilai Sangat Baik yang diraih Lapas Cilegon dan Rutan Tangerang menunjukkan bahwa sistem pelayanan sudah berjalan optimal, mulai dari kesiapan petugas, kelengkapan sarana prasarana, kejelasan prosedur layanan, hingga penanganan pengaduan masyarakat.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Bapas Tangerang dan Rutan Pandeglang yang masuk kategori Baik, serta mendorong seluruh UPT untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
“Kami tidak akan berpuas diri. Setiap masukan dari Ombudsman akan kami tindak lanjuti sebagai bahan evaluasi agar pelayanan Pemasyarakatan di Banten semakin baik, semakin terbuka, dan semakin dipercaya masyarakat,” tambahnya.
Capaian ini menjadi motivasi bagi Kanwil Ditjenpas Banten untuk terus memperkuat budaya kerja yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Dengan penghargaan ini, Pemasyarakatan Banten menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.



