KORANTANGERANG.COM-Lembaga Pemasyarakatan Banjar terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui program bimbingan kerja yang produktif dan bermanfaat. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pemanfaatan sampah bekas kemasan kopi yang didaur ulang menjadi tas kreatif yang memiliki nilai guna sekaligus nilai jual.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan keterampilan yang bertujuan untuk membekali warga binaan dengan kemampuan praktis sebagai bekal setelah mereka kembali ke tengah masyarakat. Dengan ketelitian, kesabaran, dan kreativitas, dan bimbingan dari petugas, warga binaan mampu mengubah limbah yang sebelumnya tidak bernilai menjadi produk kerajinan yang menarik dan bernilai ekonomis.
Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi warga binaan tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kemandirian, kreativitas, serta semangat berwirausaha.
Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasetyo, menyampaikan bahwa kegiatan bimbingan kerja ini merupakan salah satu bentuk nyata pembinaan yang berorientasi pada masa depan warga binaan.
“Melalui program bimbingan kerja ini, kami ingin memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan agar mereka memiliki bekal kemampuan saat kembali ke masyarakat. Kami juga ingin menanamkan bahwa dari hal sederhana seperti limbah pun bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi,” ungkapnya.
Melalui semangat “Dari Limbah Menjadi Rupiah”, Lapas Banjar berkomitmen kegiatan pembinaan kemandirian seperti ini akan terus dilaksanakan agar menghasilkan produk kreatif lainnya, sekaligus mempersiapkan warga binaan menjadi pribadi yang produktif dan mandiri setelah menjalani masa pidana.(Red).



