KOTA TANGERANG — Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Yulius Setiarto, menegaskan bahwa wajah wakil rakyat yang sesungguhnya harus tercermin dari kerja nyata dan kedekatan dengan masyarakat, bukan sekadar hadir saat momentum politik lima tahunan.
Hal tersebut disampaikan Yulius saat ngobrol santai bersama awak media di Up Town Brew GreenLake, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, ada dua hal utama yang menjadi tolok ukur seorang wakil rakyat dalam menjalankan amanah. Pertama, menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai anggota DPR RI secara maksimal dengan memperjuangkan kepentingan nasional.
“Sebagai anggota DPR, kita harus mampu merepresentasikan kepentingan politik secara nasional, bukan sekadar kepentingan daerah pemilihan. Kita bekerja sesuai komisi, menjaga integritas, dan tetap berakhlak dalam menjalankan tugas,” ujar Yulius.
Ia menjelaskan, dalam kapasitasnya di Komisi I DPR RI, dirinya fokus pada isu-isu strategis seperti pertahanan, kebebasan berpendapat, serta penguatan demokrasi di Indonesia.
“Isu pertahanan, kebebasan informasi, sampai demokrasi itu bagian dari perjuangan kami di Komisi I. Itu yang terus saya dorong sebagai bentuk tanggung jawab kepada rakyat,” katanya.
Selain itu, Yulius juga menyoroti kritik masyarakat yang menilai wakil rakyat kerap hanya muncul saat masa kampanye. Ia mengaku berupaya mematahkan stigma tersebut dengan rutin turun langsung ke tengah masyarakat.
“Saya ingin mengubah anggapan bahwa anggota DPR hanya datang saat butuh suara. Saya memilih untuk sering hadir, bertemu langsung dengan masyarakat, bahkan dalam suasana santai,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kehadirannya di tengah masyarakat tidak selalu dalam forum resmi. Menurutnya, komunikasi informal justru menjadi ruang efektif untuk membangun kedekatan dan menyerap aspirasi.
“Kadang kita hanya duduk, ngopi bareng, ngobrol santai. Tapi dari situ muncul komunikasi yang jujur. Di kesempatan lain, kita juga bisa membantu membuka akses terhadap berbagai sumber daya yang dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.
Yulius menekankan, esensi utama dari peran wakil rakyat adalah memastikan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran dan manfaat dari wakilnya di parlemen.
“Yang paling penting, masyarakat merasa punya wakil di DPR yang bisa ditemui, diajak diskusi, bahkan sekadar berkumpul seperti teman sendiri. Dari situ akan tumbuh kepercayaan,” tegasnya.
Dengan pendekatan tersebut, ia berharap hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat tidak lagi berjarak, melainkan menjadi lebih dekat, terbuka, dan penuh kepercayaan.(zher).



