Utamakan Keselamatan Warga di Musim Hujan, DPUPR Tangerang Tangani Cepat Jalan Berlubang


KOTA TANGERANG – Di tengah guyuran hujan yang masih kerap turun dengan intensitas tinggi, kekhawatiran para pengendara terhadap jalan berlubang semakin terasa. Genangan yang menutup permukaan jalan kerap menyamarkan lubang, meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara roda dua maupun roda empat.

Memahami kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang bergerak cepat melakukan penanganan sementara di sejumlah titik rawan, demi memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga.

Kepala DPUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang diambil pihaknya.

“Di musim hujan seperti sekarang, lubang yang tertutup genangan air sangat berbahaya. Karena itu, kami memprioritaskan penanganan cepat agar risiko kecelakaan bisa ditekan. Keselamatan warga adalah yang utama,” ujar Taufik, Rabu (18/2/2026).

Ia menjelaskan, perbaikan permanen menggunakan hotmix memang belum dapat dilakukan secara maksimal saat curah hujan tinggi. Proses tersebut membutuhkan kondisi permukaan yang kering dan suhu tertentu agar kualitas aspal tetap terjaga.

“Hotmix memerlukan suhu sekitar 130 hingga 150 derajat celcius serta kondisi yang kering agar ikatan aspal kuat dan tahan lama. Jika dipaksakan saat hujan, hasilnya tidak optimal dan justru bisa cepat rusak kembali,” jelasnya.

Sebagai langkah cepat, DPUPR menggunakan material coldmix untuk penambalan darurat. Material ini dapat diaplikasikan pada kondisi lembap tanpa proses pemanasan, sehingga jalan bisa segera difungsikan kembali dan mengurangi potensi bahaya.

“Memang umur layanan coldmix lebih pendek, tetapi ini efektif sebagai solusi cepat agar lubang tidak membesar dan membahayakan pengguna jalan. Setelah cuaca memungkinkan, perbaikan permanen akan kami lakukan,” tambah Taufik.

Selain itu, penggunaan paving block dilakukan secara terbatas dan situasional, khususnya pada jalan lingkungan atau titik yang kerap tergenang, dengan tetap mengacu pada standar teknis yang berlaku.

DPUPR juga telah menyiapkan langkah jangka panjang melalui program rekonstruksi di 27 ruas jalan kota pada tahun 2026, yang pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi cuaca dan teknis di lapangan.

Taufik turut mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat berkendara di tengah musim hujan, mengurangi kecepatan saat melintasi genangan, serta segera melaporkan kerusakan jalan agar dapat ditangani secepatnya.

“Kami terus memantau dan bergerak di lapangan. Kolaborasi dengan masyarakat sangat penting agar setiap potensi bahaya bisa segera diatasi. Harapan kami, warga tetap aman dan nyaman saat beraktivitas,” pungkasnya.
(Zher).


Next Post

Perkuat Reformasi Birokrasi, Kanwil Kemenkum Malut Ikuti Rapat Penataan Proses Bisnis dan Kapabilitas Kelembagaan

Rab Feb 18 , 2026
Ternate – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku Utara (Kanwil Kemenkum Malut) mengikuti Rapat Penataan Proses Bisnis Standar Operasional Prosedur (SOP) […]