KORANTANGERANG.COM-Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik, Tingkat kemiskinan Kabupaten Lebak pada Tahun 2025 menurun menjadi 8,03 persen, sehingga jika dibandingkan tahun 2024 ada penurunan kemiskinan dari 8,4 persen menjadi 8,03 persen. Selain itu penurunan juga terjadi pada Miskin Ekstrim menjadi 0,53 persen dari 0,8 di tahun 2024.
Karena itu, catatan tersebut menandakan jika londisi ini menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat Lebak semakin membaik.
“Kita bersyukur tingkat kemiskinan dan kemiskinan ekstrim mengalami penurunan,”kata Plt Kepala Bapperida Kabupaten Lebak, Widy Ferdian, Kamis(02/03/2026).
Kata Widy, Kondisi ini patut diayukuri. Karena, penanggulangan kemiskinan merupakan fokus yang terus menjadi perhatian Bupati Lebak, Moch Hasbi Asydiki Jayabaya.
Diberbagai kesempatan kata Widy, Bupati Lebak sering memberikan arahan kepada jajaran Pemda Lebak untuk fokus pada penanggulangan kemiskinan, peningkatan ketahanan pangan, perbaikan infrastruktur, serta penataan perkotaan dan pelayanan publik.
“Pak Bupati sering memberikan suntikan semangat kepada para kepada OPD dan ASN agar bekerja dengan baik dan fokus kepada penanggulangan kemiskinan dan lain lain,”kata Widy.
Dalam implementasinya, kebijakan Bupati tersebut diterjemahkan oleh Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah yang di Ketuai oleh Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah melalui beragam strategi, yaitu Pengurangan Beban Pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat serta pengurangan kantong-kantong kemiskinan.
Adapun beberapa upaya yang dilaksanakan oleh Pemda Lebak Tahun 2025 antara lain, Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 50 unit, Bantuan sosial Lebak sejahtera bagi penyandang disabilitas untuk 4.239 orang, Pemberdayaan bagi keluarga miskin sektor produktif sesuai potensi masing-masing.
Kemudian, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berupa Penyediaan prasarana dan sarana air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah di 3 lokasi dan Pembangunan SPAM Jaringan Perpipaan di Kawasan Perdesaan (DAK Penugasan) di 14 lokasi.
Selain itu, Pembangunan kamar mandi dan tangki septik skala individu di 5 lokasi, bantuan iuran jaminan kesehatan PBPU dan BP kelas 3 yang didaftarkan oleh pemerintah daerah untuk 186.146 orang.
“Kami menyadari selain melalui pelaksanaan program pemerintah daerah, kontribusi beragam stakeholder telah menghantarkan tingkat kemiskinan Lebak yang terus menurun,”kata Widy.(Red).


