RDF, Ikhtiar Kota Tangerang Kurangi Beban TPA Rawa Kucing


KOTA TANGERANG — Upaya menghadirkan pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan terus dilakukan Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Salah satu inovasi yang kini dikembangkan adalah pemanfaatan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) di Unit Pengolahan Sampah Rawa Kucing.

Teknologi RDF mengubah sampah non-organik bernilai kalor tinggi seperti plastik, kertas, kain, dan karet menjadi bahan bakar alternatif bagi industri. Di tengah keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing, langkah ini menjadi solusi strategis untuk mengurangi volume sampah yang harus ditimbun.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengatakan bahwa RDF bukan sekadar teknologi, tetapi bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah daerah dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.

“RDF ini adalah ikhtiar kami untuk mengurangi beban TPA Rawa Kucing sekaligus menghadirkan nilai tambah dari sampah. Sampah yang sebelumnya hanya ditimbun, kini bisa diolah menjadi bahan bakar alternatif yang bermanfaat bagi industri,” ujar Wawan.

Ia menjelaskan, proses RDF dilakukan melalui tahapan pemilahan, pencacahan, hingga pengeringan, sebelum akhirnya dibentuk menjadi bahan bakar dengan nilai kalor tinggi. Dengan metode ini, residu sampah dapat ditekan secara signifikan.
Menurutnya, penerapan RDF juga mendukung upaya pengurangan emisi karbon dan penghematan penggunaan bahan bakar fosil.

“Kami ingin pengelolaan sampah di Kota Tangerang tidak lagi sekadar kumpul-angkut-buang. Melalui RDF, kita bergerak menuju ekonomi sirkular, di mana sampah dipandang sebagai sumber daya,” tambahnya.

Wawan juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran dalam memilah sampah dari rumah. Partisipasi warga, kata dia, menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

“Peran masyarakat sangat penting. Jika pemilahan sudah dilakukan sejak dari sumbernya, maka proses pengolahan di fasilitas RDF akan semakin optimal. Ini kerja bersama untuk mewujudkan Kota Tangerang yang lebih bersih dan lestari,” pungkasnya.

Dengan hadirnya teknologi RDF, Kota Tangerang optimistis dapat menekan timbunan sampah sekaligus menghadirkan solusi energi alternatif yang lebih ramah lingkungan bagi masa depan.(zher).


Next Post

Dua Remaja Diduga Curanmor Diamankan, Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis

Sel Feb 17 , 2026
TANGERANG — Langkah cepat jajaran Polsek Benda, Polres Metro Tangerang Kota, berhasil menggagalkan dugaan aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang […]