Tangerang, 27 November 2025 — Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang menjadi lokasi pelaksanaan Pertemuan Evaluasi Program Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) yang diselenggarakan bersama Dinas Kesehatan Kota Tangerang pada Kamis, 27 November 2025. Kegiatan berlangsung di lingkungan Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang dan dihadiri oleh tim kesehatan jiwa Dinas Kesehatan Kota Tangerang serta dr. Nuning Sukma selaku dokter Lapas.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang dan dilanjutkan dengan rangkaian pelaksanaan program yang meliputi skrining kesehatan jiwa menggunakan instrumen SRQ 29, penyuluhan kesehatan jiwa mengenai P3PL (Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis), serta pelatihan kader kesehatan jiwa. Program ini menjadi langkah pemetaan psikologis sekaligus penguatan kapasitas WBP agar mampu saling mendukung dalam aspek kesehatan mental di blok hunian.
Sebanyak 146 WBP mengikuti skrining dengan hasil sebagai berikut:
124 orang dalam kategori normal
22 orang perlu konsultasi lanjutan dengan psikolog
12 orang sudah konsultasi, dengan rincian:
► PTSD : 1 orang
► NSSI : 2 orang
► Ansietas & stres : 9 orang
10 orang belum konsultasi dan menunggu jadwal berikutnya
dr. Nuning Sukma menyampaikan bahwa layanan kesehatan jiwa memerlukan perhatian yang kontinu agar kondisi psikologis WBP tetap terpantau secara menyeluruh. “Skrining bukan hanya tentang mengetahui kondisi seseorang hari ini, tetapi menjadi pintu masuk untuk memantau, mendampingi, dan memberikan intervensi yang tepat. Tujuannya adalah agar WBP merasa aman, didengar, dan memiliki ruang untuk pulih sehingga dapat menjalani program pembinaan di lapas, dan selanjutnya dapat menjalani kehidupan di masyarakat dengan baik,” jelasnya.
Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan berperan sebagai penguatan sistem pendampingan psikososial bagi WBP di Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang.



