Perempuan Jadi Garda Terdepan dalam Pengelolaan Sampah, DLH Kota Tangerang Perkuat Peran di Tingkat Komunitas


KOTA TANGERANG – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, peran perempuan dalam pengelolaan sampah kian diakui sebagai elemen strategis dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. Melalui berbagai program pemberdayaan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang terus mendorong keterlibatan aktif kaum perempuan sebagai motor penggerak perubahan perilaku lingkungan, mulai dari lingkup rumah tangga hingga tingkat komunitas.

Dalam kehidupan sehari-hari, perempuan memiliki posisi penting dalam menentukan pola konsumsi keluarga. Aktivitas seperti berbelanja, memasak, hingga mengatur kebutuhan rumah tangga secara langsung memengaruhi jumlah sampah yang dihasilkan. Dengan menerapkan prinsip belanja bijak, memilih produk ramah lingkungan, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, perempuan berperan sebagai garda terdepan dalam upaya pengurangan sampah dari sumbernya.

DLH Kota Tangerang melihat potensi besar ini sebagai kekuatan utama dalam sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Berbagai program pembinaan dan edukasi terus digencarkan secara berkelanjutan, termasuk pelatihan pengelolaan sampah, penguatan bank sampah, hingga pendampingan kelompok perempuan di tingkat lingkungan.

Salah satu contoh nyata datang dari Minah, pegiat lingkungan asal Kelurahan Gandasari, Kecamatan Jatiuwung. Sejak 2016, ia aktif menggerakkan masyarakat melalui kegiatan bank sampah berbasis komunitas. Dengan konsistensi dan pendekatan edukatif, Minah mendorong warga untuk memilah sampah dari rumah, mengurangi timbulan sampah, serta memanfaatkan sampah anorganik menjadi bernilai ekonomi.

Tidak hanya itu, perempuan juga berperan sebagai edukator utama dalam keluarga. Kebiasaan sederhana seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, dan memanfaatkan kembali barang bekas menjadi langkah awal dalam membentuk budaya peduli lingkungan sejak dini.

Di tingkat komunitas, kelompok perempuan terbukti menjadi penggerak utama bank sampah. Mereka mengatur jadwal penimbangan, melakukan pencatatan tabungan sampah, hingga menjalin koordinasi dengan pengelola. Peran ini menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya aktif di ranah domestik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam sistem pengelolaan sampah yang terstruktur.

Selain itu, perempuan juga aktif dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi lingkungan. Kampanye pengurangan sampah plastik, pelatihan pembuatan kompos, hingga pengolahan sampah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi menjadi bagian dari kontribusi nyata yang terus berkembang di tengah masyarakat.

Upaya ini berdampak langsung pada pengurangan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Melalui kegiatan pemilahan, daur ulang, dan pengomposan, beban lingkungan dapat ditekan secara signifikan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran kunci dalam keberhasilan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Perempuan adalah agen perubahan yang paling efektif di tingkat keluarga dan lingkungan. Ketika ibu rumah tangga sudah terbiasa memilah sampah dan menerapkan pola hidup ramah lingkungan, maka dampaknya akan meluas ke seluruh anggota keluarga hingga masyarakat,” ujar Wawan.

Ia menambahkan, DLH Kota Tangerang akan terus memperkuat program pemberdayaan perempuan melalui pembinaan bank sampah, pelatihan pengelolaan sampah, serta edukasi berkelanjutan.

“Kami terus mendorong keterlibatan aktif perempuan agar pengelolaan sampah tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari masyarakat itu sendiri,” tambahnya.

Lebih dari itu, aktivitas pengelolaan sampah juga membuka peluang ekonomi bagi keluarga. Hasil dari bank sampah maupun produk daur ulang memberikan nilai tambah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki peran strategis, tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga sebagai penggerak utama perubahan lingkungan. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan kelompok perempuan, upaya mewujudkan Kota Tangerang yang bersih, sehat, dan berkelanjutan semakin nyata. Perempuan tidak hanya menjadi bagian dari solusi, tetapi juga menjadi pilar utama dalam membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat. (Advertorial)


Next Post

Musyawarah Ranting Gerakan Pramuka Cipondoh Kota Tangerang Tahun 2026 Periode 2026 - 2029

Kam Apr 16 , 2026
Cipondoh – Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Cipondoh menggelar kegiatan Musyawarah Ranting (Musran) Tahun 2026 sebagai forum tertinggi di tingkat ranting […]