Korantangerang.com – Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PC NU Pandeglang, Zaenal Abidin, menilai. Bahwa penggunaan kendaraan ambulans sebagai sarana oprasional keperluan kedinasan, yang sempat dilakukan oleh lima Puskesmas di Kabupaten Pandeglang beberapa waktu lalu, telah menciderai rasa kemanusiaan, serta menggugah rasa keprihatinan.
Pasalnya, kendaraan ambulans yang seharusnya menjadi kendaraan pelayanan kesehatan, yang secara prinsip juga sebagai sarana transportasi untuk menangani situasi darurat (emergency) pada pasien yang ada di Puskesmas. Karena tidak pastinya situasi tersebut, maka kendaraan ambulan yang terparkir di wilayah tertentu bukan berarti tidak terpakai, melainkan vital secara fungsi kesiap siagaan.
“Penggunaan kendaraan ambulans tidak sesuai fungsinya itu, jelas tindakan yang tidak lazim dan melenceng dari pungsi ambulans sesungguhnya. Jelas hal ini harus segera menjadi perhatian dari pucuk pimpinan, untuk melakukan evaluasi terhadap Puskesmas dan Dinkes, yang telah melegalkan pungsi ambulans menjadi sarana transportasi umum, atau sebagai oprasional kedinasan,” ungkap Zaenal, Rabu (20/3).
Ketua Lakpesdam PC NU Pandeglang ini, juga menegaskan, jika ada kendaraan ambulans terpakai diluar fungsinya, apalagi di pakai untuk keperluan rapat dinas, seperti halnya rapat kedinasan. Jelas hal itu bagian dari sikap yang telah melukai rasa kemanusiaan, serta menghilangkan sikap keperdulian. Maka dari itu, Zaenal berharap hal itu tidak kembali terjadi.
“Kami pikir itu melukai rasa keprihatinan dan kemanusiaan. Jelas, secara norma etika tidak patut dan jangan terulang kembali dikemudian hari. Makanya saya katakan, pimpinan harus mengambil langkah tegas dengan memberikan teguran, agar tak diulang melanggar etika,” jelasnya.
“Coba saja bayangkan. Semisal ada warga sangat membutuhkan pertolongan darurat, sementara posisi kendaraan tidak dalam kondisi stanby. Jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, dimana rasa keprihatinan dan kemanusiaan diletakan. Jika ternyata diketahui ambulan tersebut dipakai rapat, sama saja dengan membunuh nyawa seseorang yang membutuhkan pertolongan,” pungkasnya. (Daday)



