Pemkot Tangerang Evaluasi Tata Laksana Gizi Buruk, Perkuat Peran Rumah Sakit Tekan Angka Stunting


KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang terus menunjukkan komitmen kuat dalam mengentaskan kasus stunting dan gizi buruk. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar kegiatan evaluasi tata laksana gizi buruk dan penurunan stunting yang melibatkan seluruh rumah sakit serta fasilitas kesehatan tingkat lanjut di wilayah Kota Tangerang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni, menjelaskan bahwa kegiatan evaluasi ini bertujuan memastikan seluruh fasilitas layanan kesehatan telah menjalankan standar pelayanan medis secara optimal, khususnya dalam penanganan balita dengan permasalahan gizi.

“Kami menggelar kegiatan evaluasi ini untuk menilai kesesuaian tatalaksana, koordinasi lintas layanan, serta memastikan penanganan gizi buruk dan stunting di seluruh rumah sakit telah berjalan sesuai standar yang berlaku,” ujar Dini, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, rumah sakit dan fasilitas kesehatan rujukan memiliki peran krusial dalam percepatan penurunan stunting, terutama dalam penguatan sistem rujukan dari posyandu dan puskesmas. Intervensi sejak dini dinilai menjadi kunci agar anak dengan masalah gizi mendapatkan penanganan tepat waktu dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk penguatan layanan, Dinas Kesehatan Kota Tangerang juga telah menjalin perjanjian kerja sama dengan 34 rumah sakit se-Kota Tangerang dalam pelayanan rujukan balita stunting dan gizi buruk.

“Kami berharap evaluasi ini membuat seluruh rumah sakit semakin optimal dalam memberikan pelayanan dan mendukung percepatan penurunan stunting, yang pada tahun lalu berhasil ditekan hingga 5,3 persen,” tambahnya.

Bulan Vitamin A Jadi Upaya Pencegahan Berkelanjutan

Selain evaluasi layanan kesehatan, Pemkot Tangerang juga tengah menggencarkan Program Bulan Vitamin A sepanjang Februari 2026. Program ini ditargetkan menjangkau:
5.191 bayi usia 6–11 bulan
58.900 balita usia 12–59 bulan
37.749 ibu nifas

Program tersebut dilaksanakan secara menyeluruh di seluruh posyandu dan puskesmas di Kota Tangerang sebagai langkah preventif untuk meningkatkan status gizi anak dan menekan potensi stunting sejak dini.

Melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan layanan rujukan, serta intervensi gizi berkelanjutan, Pemkot Tangerang optimistis target penurunan stunting dapat tercapai secara berkelanjutan demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
(Zher)


Next Post

Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang Ikuti Zoom Meeting Arahan Usulan Integrasi Narapidana

Kam Feb 5 , 2026
Tangerang, 5 Februari 2026 — Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang mengikuti kegiatan Zoom Meeting arahan pengusulan hak integrasi narapidana yang […]