KOTA TANGERANG – Persoalan persampahan menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian dalam arah kebijakan KUA-PPAS APBD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2027. DPRD Kota Tangerang mendorong agar penanganan sampah tidak hanya berfokus pada sampah yang muncul setiap hari, tetapi juga menyasar timbunan yang telah menumpuk.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Supiani, mengatakan persoalan tersebut membutuhkan penanganan menyeluruh dari hulu hingga hilir. Pengurangan sampah sejak dari sumber dinilai penting untuk menekan timbulan baru, sementara timbunan yang sudah ada memerlukan penanganan khusus.
“Persoalan sampah ini harus segera kita selesaikan, baik timbulan maupun timbunan. Dari hulunya harus kita perkuat, sehingga sampah yang masuk ke hilir bisa berkurang dan penanganannya juga lebih mudah,” ujar Supiani.
Menurutnya, penguatan pengelolaan dari hulu tidak dapat dilepaskan dari peran masyarakat. Pemilahan sampah sejak dari sumber perlu dilakukan secara konsisten dengan dukungan sarana dan sistem pengelolaan yang memadai.
“Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah perlu terus dibangun. Pemerintah kota juga harus memastikan sarana dan sistem pendukung tersedia agar pengelolaan dari sumber dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Di sisi lain, sampah yang telah menjadi timbunan membutuhkan pendekatan berbeda. Supiani mengatakan metode pengolahan harus mempertimbangkan karakteristik dan kondisi sampah yang ada.
Komisi IV DPRD Kota Tangerang juga mencermati sejumlah arah penanganan yang tercantum dalam KUA-PPAS 2027, di antaranya penguatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) serta persiapan pengolahan sampah menjadi energi listrik sebagai bagian dari upaya penanganan di tingkat hilir.
“Untuk timbunan yang sudah ada, tentu perlu penanganan khusus. Teknologi atau metode yang digunakan harus disesuaikan dengan kondisinya. Sementara untuk timbulan baru, kita harus memperkuat pengelolaan dari hulunya,” jelas Supiani.
Ia berharap kesepakatan KUA-PPAS 2027 tidak berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program yang terukur dalam pelaksanaan APBD.
Menurut Supiani, keberhasilan pengelolaan sampah membutuhkan kesinambungan antara pengurangan sampah dari sumber, pengolahan di tingkat kota, penanganan timbunan, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Dengan pendekatan tersebut, persoalan persampahan di Kota Tangerang diharapkan dapat ditangani secara lebih terintegrasi, mulai dari mencegah sampah menjadi timbulan baru hingga menyelesaikan timbunan yang telah ada.



