KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat komitmen pengelolaan sampah berkelanjutan melalui penerapan berbagai teknologi dan metode pengolahan, mulai dari Refuse Derived Fuel (RDF), komposting, budi daya maggot, hingga incinerator.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengatakan langkah tersebut merupakan strategi konkret untuk menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekaligus menghadirkan nilai tambah dari pengolahan limbah.
“Pengelolaan sampah di Kota Tangerang tidak lagi sekadar buang dan angkut. Kami dorong pemanfaatan sampah menjadi energi alternatif, pupuk, hingga pakan ternak melalui berbagai metode yang sudah berjalan,” ujar Wawan Fauzi, Senin (29/12/2025).
Salah satu inovasi unggulan adalah Unit Pengolahan Refuse Derived Fuel (RDF) Rawa Kucing. Melalui fasilitas ini, sampah anorganik diolah menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara untuk kebutuhan industri, dengan kapasitas mencapai 50 ton sampah per hari.
“RDF menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus menekan timbunan sampah anorganik,” jelas Wawan.
Selain RDF, DLH Kota Tangerang juga mengoptimalkan pengolahan sampah organik melalui komposting. Metode ini mampu menghasilkan hingga 2 ton pupuk kompos per hari, yang dimanfaatkan untuk sektor pertanian dan penghijauan kota.

Tak hanya itu, pengolahan sampah organik juga dilakukan melalui budi daya maggot. Larva Black Soldier Fly (BSF) tersebut mampu mengolah 15 hingga 20 ton sampah organik setiap harinya, sekaligus menghasilkan produk turunan bernilai ekonomi.
“Maggot sangat efektif mengurangi sampah organik dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta peternak,” ungkapnya.
Sementara itu, Pemkot Tangerang juga tengah mengembangkan teknologi incinerator.
Teknologi pembakaran suhu tinggi ini bertujuan mengurangi volume limbah, menghancurkan zat berbahaya, dan berpotensi menghasilkan energi dari panas pembakaran. Saat ini, incinerator masih dalam tahap uji coba.
“Seluruh metode ini saling melengkapi. Tujuan utamanya adalah pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kota,” tegas Wawan Fauzi.
DLH Kota Tangerang berharap, dengan penerapan ragam pengolahan sampah tersebut, kesadaran masyarakat terhadap pemilahan sampah dari sumbernya semakin meningkat, sehingga sistem pengelolaan sampah kota dapat berjalan lebih optimal.(zher).



