Serang – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memberikan pesan tegas kepada para jurnalis, khususnya di wilayah Kota Serang, untuk terus menjaga integritas dan marwah profesi dengan memproduksi karya jurnalistik yang akurat, berimbang, serta berlandaskan kode etik.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PWI, Akhmad Munir, dalam pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Wali Kota Serang dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Jumat (6/2).
Dalam arahannya, Akhmad Munir menegaskan bahwa tugas utama wartawan bukan sekadar menyampaikan informasi kepada publik, tetapi memastikan setiap produk jurnalistik yang dihasilkan memiliki niat baik untuk kemajuan daerah dan kepentingan masyarakat luas.
“Wartawan harus memproduksi berita yang akurat, berimbang, dan tidak dilandasi niat buruk,” tegasnya.
Ia juga menyoroti fenomena framing dalam pemberitaan yang kerap mengabaikan kode etik jurnalistik. Menurutnya, seorang wartawan tidak boleh terjebak pada sentimen pribadi, baik dalam bentuk serangan terus-menerus karena ketidaksukaan terhadap seseorang, maupun pujian berlebihan tanpa kritik yang konstruktif.
“Ketika wartawan tidak menyukai seorang pimpinan, lalu pimpinan itu diserang terus, maka Anda harus mengoreksi diri. Mengoreksi diri terhadap yang namanya integritas dan marwah profesi,” ujarnya.
Akhmad Munir mengingatkan bahwa profesi wartawan adalah profesi yang mulia dan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga demokrasi. Oleh karena itu, setiap insan pers dituntut untuk tetap profesional, independen, serta menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dalam setiap pemberitaan.
Melalui momentum silaturahmi tersebut, PWI berharap sinergi antara insan pers dan pemerintah daerah dapat terus terjalin dengan baik, tanpa mengurangi sikap kritis dan independen media sebagai pilar keempat demokrasi.(*)



