Jenazah Surakman Dipulangkan ke Pandeglang, Bupati Dewi: Duka Mendalam untuk Keluarga


PANDEGLANG – Setelah melalui proses identifikasi dan penantian panjang, jenazah Surakman (60), anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu I yang hilang kontak bersama rombongan lima jurnalis sejak 7 September 2026, akhirnya dipulangkan ke kampung halamannya di Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.

Jenazah tiba di Masjid Jami Al Khusaeni, Kampung Pagedongan, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Sebelumnya, jenazah dijemput langsung dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, oleh Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani bersama Kapolres Pandeglang.

Kedatangan jenazah disambut suasana haru. Setibanya di masjid, jenazah langsung disalatkan. Sejumlah unsur turut memberikan penghormatan terakhir, di antaranya BPBD, Basarnas, TNI, Polri, tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Usai disalatkan, jenazah kemudian dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kidemang, Kampung Pagedongan, untuk dimakamkan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pandeglang, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Surakman. Beliau merupakan salah satu warga kita yang sempat hilang kontak sejak 7 September 2026,” ujar Dewi.

Dewi menjelaskan, Surakman ditemukan pada 12 September 2026 di pesisir Desa Kahyapu, Pulau Enggano, Bengkulu Utara. Saat pertama kali ditemukan, jenazah belum dapat dikenali sehingga proses identifikasi dilakukan secara bertahap.

Proses identifikasi dilakukan melalui koordinasi Polda Banten dan Polda Bengkulu dengan berbagai metode pemeriksaan, mulai dari sidik jari, pemeriksaan gigi, hingga metode identifikasi lainnya. Karena identitas korban belum dapat dipastikan, proses kemudian dilanjutkan melalui pemeriksaan DNA.

Hasil pemeriksaan DNA yang dilakukan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri akhirnya memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan Surakman, ABK KM Arupadhatu I. Hasil pemeriksaan DNA diterima pada 22 September 2026.

“Setelah dilakukan pemeriksaan DNA, akhirnya dipastikan bahwa jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano merupakan almarhum Surakman. Hari ini beliau sudah dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya,” kata Dewi.

Di tengah suasana duka, keluarga mengenang Surakman sebagai sosok pekerja keras yang sepanjang hidupnya berjuang menjadi tulang punggung keluarga.

Yayat Supriadi alias Tobur, anak kedua almarhum, mengatakan ayahnya telah mengenal kehidupan laut sejak kecil. Sebagai pelaut dan nelayan, Surakman menghabiskan sebagian besar hidupnya mencari nafkah di tengah kerasnya kehidupan laut demi memenuhi kebutuhan keluarganya.


Next Post

Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani Didoakan Jamaah Pengajian Ponpes ATH-Thohariyyah

Kam Sep 24 , 2026
PANDEGLANG – Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mendapat doa dari para jamaah pengajian Pondok Pesantren (Ponpes) ATH-Thohariyyah agar senantiasa istiqamah […]