Serang, INFO PAS – Rangkaian kegiatan “Ramadan Momentum Hijrah Diri” yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten memasuki hari ketiga dengan pelaksanaan Lomba Kultum (Kuliah Tujuh Menit). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian berbasis spiritual bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari 15 UPT se-Banten dalam menyemarakkan Ramadan 1447 H.
Para peserta tampil membawakan materi dakwah yang sarat pesan tentang taubat, kesabaran, keikhlasan, dan komitmen memperbaiki diri. Keberanian WBP dalam menyampaikan pesan keagamaan menjadi bukti nyata proses pembinaan yang berjalan efektif dan berkesinambungan di masing-masing UPT.
Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Ahmad Hardi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi sarana membangun kepercayaan diri dan kualitas spiritual WBP. Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Banten, Muhammad Ali Syeh Banna, menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum transformasi diri dan penguatan karakter sebagai bekal kembali ke masyarakat.
Berikut daftar pemenang Semarak Ramadan 1447 H berdasarkan rekapitulasi hasil penilaian dewan juri 
Lomba MTQ (Laki-Laki)
Juara I: M.K. – Lapas Kelas IIA Cilegon (275)
Juara II: A.M. – Bapas Kelas I Serang (265)
Juara III: A.K. – Rutan Kelas I Tangerang (258)
Lomba MTQ (Wanita)
Juara I: S.F. – Lapas Kelas IIA Tangerang (238)
Juara II: D.W. – Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang (225)
Lomba Adzan
Juara I: R.Y. – Rutan Kelas I Tangerang (440,8)
Juara II: A.H. – Lapas Kelas IIA Cilegon (433,8)
Juara III: S.B.Y. – Lapas Kelas IIA Serang (429,6)
Lomba Kultum (Laki-Laki)
Juara I: A.S. – Rutan Kelas I Tangerang (452,5)
Juara II: U. – Bapas Kelas I Serang (449,4)
Juara III: A.S. – Rutan Kelas IIB Serang (444,3)
Lomba Kultum (Wanita)
Juara I: D.C.S. – Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang (452)
Juara II: R.A.D. – Lapas Kelas IIA Tangerang (443,2)
Melalui rangkaian lomba MTQ, Adzan, dan Kultum ini, Kanwil Ditjenpas Banten terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang humanis, religius, dan berdampak nyata. Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat nilai spiritual, membentuk karakter, dan menumbuhkan harapan baru bagi setiap WBP dalam perjalanan hijrah diri.


