Tangerang – Perempuan tidak bisa lagi dianggap sebelah mata. Telah banyak bukti menunjukkan eksistensi perempuan sangat diperhitungkan dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk bidang ekonomi dan politik. Kiprah dan sepak terjang sosok Sri Panggung Lestari merupakan satu dari sekian banyak perempuan sukses yang memiliki kapabilitas mumpuni, mandiri, berdaya saing, dan unggul di era global ini.
Di panggung politik, wanita cantik dan energik kelahiran Purworejo, 28 Juni 1977 ini, telah mengukir jejak-jejak reputasi membanggakan sejak ia terjun ke politik tahun 2014. Ia memegang jabatan-jabatan penting di Partai, mulai dari Bendahara DPD PAN Kabupaten Tangerang, kemudian secara meyakinkan dipilih sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Tangerang Periode 2021-2025, dan untuk Periode 2025–2030 Sri dicalonkan tunggal oleh para kader PAN dan seluruh pengurus Partai untuk duduk kembali menjadi Ketua DPD PAN Kabupaten Tangerang. Di Parlemen, Sri juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Tangerang dan Ketua BKD (Badan Kehormatan Dewan) Kabupaten Tangerang, serta Wakil Ketua Komisi 3 yang membidangi urusan pendapatan.
Sebagai politisi perempuan, Sri sangat peduli pada urusan-urusan yang berkaitan dengan kesejahteraan perempuan dan anak, kesetaraan gender, diskriminasi terhadap perempuan, perlakuan-perlakuan merendahkan dan melecehkan perempuan, KDRT, hingga sikap dan kebijakan yang menomor-duakan perempuan. Menurut Sri, perhatian dan kepedulian terhadap perempuan harus terus ditingkatkan agar perempuan bisa mandiri dan sejahtera melalui upaya-upaya pemberdayaan, pendidikan formal maupun non formal, dan edukasi kepada masyarakat yang terus-menerus. Karena menurutnya, perempuan sangat mampu dan bisa memiliki daya saing yang luar biasa dalam semua sektor kehidupan, yang tentu akan berkontribusi lebih signifikan dalam pembangunan bangsa dan menciptakan generasi masa depan yang unggul.
Di panggung bisnis, nama Sri sudah familiar di kalangan pebisnis, khususnya di Kabupaten Tangerang. Ia adalah entrepreneur sukses bertangan dingin dalam mengelola bisnis. Sri merintis dan mengembangkan bisnisnya dari nol hingga kini mampu memiliki dua anak perusahaan membuktikan bahwa perempuan memiliki daya saing dan keunggulan di era globalisasi ini.
Tahun 2004, Sri merintis usaha sol sepatu dengan nama PT Boosan Sarang. Kemudian pada tahun 2013 ia mendirikan adik perusahaan dengan nama PT King Shoes Sri Utama, dan memperluas usaha ke daerah Kudus, Jawa Tengah, dengan nama PT Boosan Sarang Lestari. “Jadi, dari tahun 2004 hingga 2025, perusahaan inti telah memiliki dua perusahaan saudara (sister companies),” ucapnya bangga.
Selain mengembangkan bisnis sol sepatu, baru-baru ini Sri merintis usaha baru di sektor kecantikan berpartner dengan praktisi dari Korea dan dokter di Indonesia. Fokus utamanya adalah pada teknologi stem cell dan estetika operasi plastik. Sri melihat selama ini banyak orang memilih mempercantik diri dengan pergi ke luar negeri seperti ke Thailand, China, Filipina, atau Korea untuk prosedur estetika. Ia pun menghadirkan solusi lokal, mendirikan klinik kecantikan dengan dokter bersertifikasi Korea yang menggunakan teknologi Korea.
“Klinik kami Juneis Aesthe Seoul diluncurkan (grand opening) pada 13 September 2025. Klinik ini hadir sebagai klinik kecantikan bertaraf internasional yang memadukan keahlian estetika Korea dengan fasilitas medis di Indonesia. Dalam bisnis ini saya berpartner dengan dr. Yulius Hadinata,” jelasnya.
Dengan tagline “Korean Beauty Surgery & Stem Cell Clinic”, Juneis Aesthe Seoul yang berlokasi di Dharmawangsa Jakarta Selatan, mengklaim membawa sentuhan estetika ala Korea ke pusat Jakarta. Klinik ini memposisikan dirinya sebagai fasilitas estetika berstandar tinggi di Indonesia yang mengurangi kebutuhan klien untuk pergi ke luar negeri demi prosedur kecantikan.
”Karena masih baru, informasi rinci tentang dokter yang bertugas, jenis prosedur spesifik, tarif, dan fasilitas pendukung klinik ini mungkin masih terus berkembang. Visi saya agar kecantikan kelas dunia bisa diakses di Indonesia, dengan teknologi Korea, tanpa orang harus bepergian ke luar negeri,” tambahnya.
Dalam pengembangan bisnis di era digital Sri mengikuti tren digital agar tidak tertinggal zaman. Penting sekali bagi sebuah bisnis untuk memiliki media sosial yang aktif dan terus berkembang. Selain itu, inovasi adalah kunci utama baik dalam model bisnis, produk atau layanan yang harus terus diperbarui sesuai kebutuhan pasar.
“Dalam memasarkan produk atau jasa sebuah bisnis kita harus memperhatikan apa yang diinginkan pasar. Jika pasar menginginkan A, kita sebisa mungkin menyesuaikan. Jika tidak, produk itu akan sulit laku. Sebagai pengusaha, kita harus mengikuti keinginan pasar, lalu melakukan inovasi terbaik dan terbaru,” ungkapnya.
Ukir Prestasi Membanggakan
Kesuksesan sebagai entrepreneur diraih Sri di usia muda. Ia pun pernah meraih prestasi yang membanggakan dengan memperoleh gelar Doktor Honoris Causa (HC) sebagai gelar kehormatan ketika usianya masih 27 tahun. “Pada saat itu saya dianggap sebagai entrepreneur termuda karena di usia 27 tahun saya sudah dapat mengelola perusahaan dengan baik dan membesarkannya,” ujarnya.
Dalam dunia politik, pencapaian terbaik Sri adalah menjadi Ketua DPD PAN Kabupaten Tangerang. Pada saat pencalonan, Sri merupakan satu-satunya perempuan, di antara lima calon. Namun Ketua Umum PAN saat itu, Zulkifli Hasan, memilihnya meskipun sebagian besar calon adalah laki-laki. “Hal ini menunjukkan bahwa perempuan bisa mengungguli laki-laki, bahwa perempuan memiliki kekuatan dan kompetensi untuk memimpin PAN di Tangerang,” tandasnya bangga.
Kiat sukses Sri adalah fokus dalam segala hal baik dalam bekerja hingga saat menyelesaikan masalah. Apalagi ia menangani banyak bidang baik perusahaan, politik, keluarga sehingga ia pun harus menentukan skala prioritas agar jelas mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Dengan fokus, bisa meraih hasil maksimal.
Harapan ke Depan
Sebagai entrepreneur, Sri berharap bisnis sepatu bisa berkembang lebih pesat dan kembali pulih seperti saat masa kejayaan tahun 2007–2008. “Saat ini kita terdampak kebijakan tarif tambahan 6% atas sepatu dari kebijakan internasional. Biaya itu dibebankan pada kami, para pengusaha sepatu dalam kondisi ekonomi Indonesia yang menantang,” ungkapnya.
Di bidang politik, Sri berharap tetap menjadi Anggota Dewan dan bisa naik ke jenjang lebih tinggi. Untuk klinik barunya, Juneis, meskipun masih baru, ia pun berharap dunia kecantikan di Indonesia akan tumbuh setara dengan standar luar negeri.
Jaga Keseimbangan Antara Karier, Keluarga, Bisnis, dan Me Time
Dengan padatnya aktivitas, Sri tetap memberi prioritas utama pada keluarga. Saat akhir pekan di hari Sabtu dan Minggu, Sri selalu meluangkan waktu bersama kedua anaknya, Riko Hidayatullah (kelas 3 SMP) dan Raisya Attaya Lestari (kelas 5 SD). Bila ada pekerjaan yang mengharuskan ke lapangan, ia pun kerap membawa anak-anaknya agar tetap bisa bersama mereka.
Di hari kerja, Sri membatasi aktivitas hingga pukul 18.00, kecuali apabila ada rapat penting di luar yang harus hadir. Dalam kondisi itu pun ia sering membawa anak-anak agar tetap dekat dengan mereka. “Di masa pertumbuhan anak, mereka butuh kasih sayang lebih. Maka, saat hari biasa saya selalu mengantar anak pergi ke sekolah, kemudian ke kantor PT Boosan Sarang, lalu ke kantor DPRD,” jelasnya ramah.
Di akhir pekan Sri juga rutin melakukan perawatan di klinik kecantikan atau salon untuk merawat rambut. Selain itu, ia rutin pijat di Minggu sore untuk merilekskan otot agar tidak tegang dan siap menjalani aktivitas di hari-hari berikutnya. Sri juga merawat diri secara fisik dengan olahraga (treadmill dan sepeda statis). Ia pun suka mengunjungi tempat-tempat baru.
Untuk tampil cantik, menawan, dan segar, bagi Sri kuncinya ada di pikiran. “Bila pikiran kita tidak ruwet, wajah kita akan tampak lebih segar. Namun yang utama saya menjaga pola makan. Ada pepatah yang masih melekat dalam diri saya: ‘..Makanlah makananmu sebagai obat. Jangan sampai obat menjadi makananmu..’ Karena usia saya kini tidak muda lagi, saya memilih makanan bernutrisi tinggi agar tubuh tetap fit dan segar. Meskipun cantik adalah hal yang relatif, semua orang tentu ingin tampil segar, fit, dan elok dipandang,” paparnya memberikan tips.
Perempuan Harus Mengambil Peluang Supaya Sejajar dengan Laki-laki
Peran perempuan dalam pembangunan sangat luas. Sebagai Anggota Dewan, Sri banyak mengusulkan dan menyuarakan isu-isu perempuan sebagai tanggung jawab bersama. Seperti isu KDRT, penyakit khas perempuan, dan berbagai tantangan yang masih kurang diperhatikan. Ia ingin menjadi inspirasi bagi perempuan agar bisa bangkit, maju, dan berkembang.
“Di Kabupaten Tangerang kami sudah memiliki Perda Kesetaraan Gender, yang menyamakan hak, kewajiban, dan tugas antara laki-laki dan perempuan. Untuk keterwakilan perempuan di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Undang-Undang mengatur minimal 30% perempuan dalam struktur, meskipun realisasinya belum mencapai angka itu. Ke depan, masih banyak masalah perempuan yang harus diperjuangkan. Namun tentu perlu keberanian karena isu perempuan kadang dijadikan bahan cibiran,” terangnya.
Sri menilai supaya perempuan bisa maju, kuat, dan berkembang, satu kunci utamanya adalah ambil peluang agar kedudukannya bisa sejajar dengan laki-laki. Perempuan juga harus saling menjaga sesama perempuan.
“Jika ada perempuan yang kekurangan, kita harus bahu-membahu. Kalau ada perempuan yang terkena penyakit seperti kanker atau HIV/AIDS, mari kita rangkul mereka. Berikan edukasi sedini mungkin agar kelak tak ada korban baru. Dalam kasus KDRT, memberikan pemahaman bukan berarti melawan suami. Tapi jika menjadi korban, laporkan, karena hak kita juga harus dilindungi,” tandasnya bijak.
Pesan Sri bagi kaum perempuan harus mandiri. Dengan demikian, bila suatu saat tak dihargai oleh laki-laki tetap bisa berdiri di atas kaki sendiri. Berikutnya, perempuan harus pintar, berpendidikan tinggi, dan senantiasa mau belajar. “Apalagi di era digital sangat membantu bagi perempuan. Kini kita bisa menyelesaikan banyak pekerjaan dari rumah tanpa harus ke kantor,” tambahnya.
Di era digital ini, Sri menetapkan screen time yang teratur bagi anak-anaknya dalam menggunakan gawai. Ketika mereka harus belajar, mereka benar-benar belajar. Anak-anak hanya boleh memegang HP beberapa jam setelah pulang sekolah, kemudian ia yang mengatur jadwalnya. Disiplin terhadap penggunaan HP sangat ditekankan.
Dalam bisnis maupun karier politiknya, Sri terinspirasi Ratu Elizabeth I, yang mengilhami dirinya bahwa perempuan mampu memimpin dengan sangat baik dan bijaksana. “Ratu Elizabeth I menolak pandangan ayahnya yang menganggap bahwa perempuan tidak sebaik laki-laki dalam memimpin. Ratu Elizabeth I membuktikannya melalui pemerintahan yang bijaksana dan berhasil, hingga dia dijuluki sebagai salah satu ratu terbaik Inggris,” pungkasnya.(*)



