Debit Cisadane Terus Menurun, Pintu Air 10 Tangerang Ditutup Total


KOTA TANGERANG — Debit air Sungai Cisadane di kawasan Bendung Pasar Baru atau Pintu Air 10 Kota Tangerang, Banten, terus mengalami penurunan di tengah kondisi kemarau panjang.

Penurunan debit tersebut mulai menjadi perhatian karena tinggi muka air kini berada di kisaran 11,1 meter, atau sekitar 1,3 meter lebih rendah dibanding kondisi normal yang mencapai 12,40 meter.

Kondisi ini disebut telah berlangsung selama dua hingga tiga bulan terakhir. Menurunnya volume air bahkan membuat sejumlah bagian dasar perairan mulai terlihat.

Situasi tersebut menjadi perhatian karena Sungai Cisadane merupakan salah satu sumber penting dalam pemenuhan kebutuhan air masyarakat di wilayah Tangerang.

Pintu Air 10 Ditutup

Untuk menjaga ketersediaan air yang tersisa, pengaturan terhadap aliran sungai terus dilakukan. Salah satunya dengan menutup pintu air di Bendung Pasar Baru.

Penutupan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengatur distribusi air sekaligus menjaga ketinggian muka air agar tidak semakin cepat mengalami penurunan.

Kepala UPTD DAS Cidurian-Cisadane, Didik Purwanto, mengatakan tren penurunan debit air memang masih terjadi. Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini, terlebih terdapat prediksi kondisi kemarau yang masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

“Kalau kita perhatikan, trennya memang menurun. Yang saya khawatirkan, prediksi BMKG ini berlaku hingga beberapa bulan ke depan,” kata Didik, Jumat (11/9/2026).

Didik menjelaskan, langkah pengaturan distribusi air dilakukan sebagai bentuk antisipasi apabila debit terus mengalami penurunan dan mendekati kondisi kritis.

Efisiensi penggunaan air juga menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga ketersediaan sumber daya air.
Debit Air Turun dalam Beberapa Bulan

Penurunan debit Sungai Cisadane sebenarnya telah terlihat sejak memasuki periode puncak musim kemarau 2026.
Pada Juli 2026, debit air di kawasan Pintu Air 10 dilaporkan mengalami penurunan sekitar 12 persen. Pada saat itu, seluruh pintu Bendung Pasar Baru juga dilakukan penutupan untuk mempertahankan tinggi muka air di bagian hulu.

Kondisi kembali terlihat pada akhir Agustus. Tinggi muka air tercatat sekitar 11,55 meter, atau turun sekitar 85 sentimeter dari kondisi normal 12,40 meter.
Petugas operasional sebelumnya menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan pasokan air dari wilayah hulu Bogor yang tidak lagi seperti kondisi normal.

Kini, ketika tinggi muka air kembali berada di kisaran 11,1 meter, kondisi Cisadane menunjukkan adanya tren penurunan yang perlu mendapat perhatian.

Air Baku Masih Dijaga

Meski debit terus menurun, pemerintah sebelumnya menyatakan ketersediaan air baku untuk masyarakat masih dalam kondisi aman.
Pengelolaan dilakukan melalui pengaturan tata kelola air dan distribusi dengan mempertimbangkan kondisi debit yang tersedia.

Namun, apabila kemarau berlangsung lebih lama dan debit sungai terus turun, tekanan terhadap ketersediaan air baku berpotensi semakin besar.
Karena itu, efisiensi penggunaan air menjadi penting, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun sektor lainnya.

Masyarakat Diminta Hemat Air

Kondisi di Pintu Air 10 menjadi salah satu indikator penting mengenai dampak kemarau terhadap Sungai Cisadane.
Masyarakat Tangerang diimbau menggunakan air secara bijak dan tidak melakukan pemborosan. Penghematan air dinilai penting untuk menjaga ketersediaan sumber daya air selama debit sungai masih berada dalam tren penurunan.

Selain kebutuhan rumah tangga, kondisi debit Cisadane juga berkaitan dengan kebutuhan air baku dan kepentingan lainnya yang bergantung pada keberadaan sumber air tersebut.

Dengan tinggi muka air yang kini berada di sekitar 11,1 meter, pemantauan terhadap perkembangan debit Sungai Cisadane menjadi penting dalam menentukan langkah pengelolaan air berikutnya.

Pemerintah dan pengelola sumber daya air diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi hulu hingga hilir serta memastikan distribusi air tetap berjalan secara proporsional di tengah kemarau panjang.(zher).


Next Post

Forum Pelanggan Perumda Tirta Benteng Dikukuhkan, Ibnu Jandi: Harus Independen dan Jadi Mitra Kritis Perumda

Jum Sep 11 , 2026
KOTA TANGERANG — Pengukuhan Forum Pelanggan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Benteng (TB) oleh Wali Kota Tangerang H. Sachrudin dinilai […]