KOTA TANGERANG — Momen Car Free Day (CFD) di kawasan Tugu Adipura, Kota Tangerang, pada Minggu (7/6/2026) tampil berbeda dari biasanya. Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyulap kegiatan rutin tersebut menjadi gerakan masif penyelamatan lingkungan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menjelaskan bahwa CFD kali ini menjadi ruang kolaborasi besar yang melibatkan ratusan sekolah serta berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tak hanya terpusat di Tugu Adipura, aksi serentak juga digelar di 13 kecamatan di seluruh wilayah Kota Tangerang.
“Selain kegiatan rutin seperti uji emisi dan pemantauan kualitas udara, hari ini spesial karena menjadi rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kami juga melakukan penimbangan hasil pengumpulan bank sampah dari sekolah-sekolah Adiwiyata,” ujar Wawan di lokasi.
Ia mengungkapkan, antusiasme peserta sangat tinggi. Sekitar 500 sekolah Adiwiyata turut ambil bagian dengan membawa hasil pilahan sampah mereka untuk ditimbang dan disedekahkan. Sebagai bentuk apresiasi, sekolah dan masyarakat yang aktif diberikan hadiah berupa tanaman produktif seperti tomat, terong, dan cabai, hasil kolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Gerakan ini bermula dari imbauan Wali Kota Tangerang melalui surat edaran agar seluruh sekolah melaksanakan Gerakan Indonesia Asri sejak Jumat sebelumnya. Hasil kerja bakti dan pemilahan sampah di sekolah kemudian dibawa ke lokasi CFD.
“Tujuannya untuk mengedukasi dari tingkat rumah tangga dan sekolah agar pemilahan sampah menjadi kebiasaan. Ini penting untuk mengurangi beban TPA yang kondisinya sudah hampir penuh,” tambahnya.
Wawan juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga lingkungan. “Bumi ini tempat tinggal kita, kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Semoga lewat aksi ini sekolah dan bumi kita tetap terjaga serta terbebas dari polusi,” tuturnya.
Manfaat program ini turut dirasakan langsung oleh warga sekolah. Yuyun Heriana, guru dari SMP Negeri 21 Kota Tangerang, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut dengan membawa sampah anorganik hasil pilahan siswa.
“Kami sangat mendukung program sedekah sampah ini. Di sekolah, anak-anak sudah diajarkan memilah sampah organik dan anorganik,” katanya.
Ia menambahkan, sampah plastik dan kardus yang dikumpulkan siswa sengaja dipisahkan untuk disumbangkan ke CFD. Yuyun berharap kegiatan edukatif seperti ini dapat terus berlanjut demi masa depan lingkungan yang lebih bersih.
(*)



