Uji Petik Penyusunan Pedoman Ketahanan Pangan Digelar di Lapas Kelas IIA Cikarang


CIKARANG — Direktorat Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan telah melaksanakan kegiatan uji petik penyusunan pedoman ketahanan pangan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cikarang, pada Selasa, 3 November 2026, mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kuasa Pengguna Anggaran Nomor PAS.1-SA.04.01-691 tentang Kegiatan Uji Petik Penyusunan Pedoman Ketahanan Pangan di Unit Pelaksana Teknis Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Barat.

Tim dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan disambut langsung oleh jajaran pimpinan Lapas Cikarang, di antaranya Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Kasubsi Sarana Kerja, serta staf terkait.

Dalam rangkaian kegiatannya, tim terlebih dahulu mengisi data instrumen kegiatan kerja produksi dan ekonomi kreatif, mencakup informasi umum kegiatan kerja, program UMKM, program ketahanan pangan, pemasaran industri manufaktur, daftar kerja sama mitra, serta rencana pengembangan dan saran masukan terkait perkembangan kemandirian warga binaan.

Selanjutnya, tim melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi strategis, meliputi area peternakan ayam petelur dan ayam kampung di branggang luar, area pertanian di branggang dalam, serta kawasan Kampung Urip yang menaungi kegiatan hidroponik, perkebunan, perkayuan, perikanan, dan budidaya maggot. Tim juga meninjau Balai Latihan Kerja yang meliputi unit usaha binatu, pangkas rambut, pengolahan kedelai, dan pembuatan roti.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi yang membahas penguatan program ketahanan pangan dan ekonomi kreatif, serta ditutup dengan sesi foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif.

Kepada pihak terkait, diharapkan hasil uji petik ini dapat menjadi dasar yang kuat dalam penyusunan pedoman ketahanan pangan yang terstandar. Selain itu, diperlukan sinergitas dan kolaborasi yang lebih erat antara Lapas Cikarang dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan guna meningkatkan kualitas program kemandirian serta memperluas jangkauan pemasaran hasil karya warga binaan.


Next Post

Rasman Susandi, Motor Penggerak Aslinmas Kota Tangerang: Aktif Mengonsolidasikan Kekuatan Linmas

Rab Nov 4 , 2026
KOTA TANGERANG – Menggerakkan organisasi bukan sekadar menjalankan jabatan, tetapi membutuhkan sosok yang mampu membangun komunikasi, menyatukan anggota, dan menjaga […]