KOTA TANGERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat menyusul tercemarnya Sungai Cisadane akibat limbah kimia. Warga diminta untuk sementara waktu menghindari segala aktivitas yang berkaitan langsung dengan air sungai tersebut.
Dalam imbauan yang disampaikan melalui media sosial resmi, Dinkes menegaskan masyarakat tidak menggunakan air Sungai Cisadane untuk mandi, mencuci, memasak maupun konsumsi hingga ada informasi lanjutan yang menyatakan kondisi telah aman.
Selain itu, warga juga diminta tidak mengonsumsi ikan yang berasal dari Sungai Cisadane serta menghindari kontak langsung dengan air sungai yang berbau menyengat atau berbusa.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengatakan langkah ini merupakan bentuk antisipasi untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih luas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas yang bersentuhan langsung dengan air Sungai Cisadane. Paparan limbah kimia berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti iritasi kulit, gangguan pencernaan, hingga gangguan pernapasan,” ujar dr. Dini, Selasa (10/2/2026).
Ia menegaskan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Kota Tangerang untuk siaga menerima laporan atau keluhan warga yang diduga terdampak.
“Apabila masyarakat merasakan keluhan seperti gatal-gatal, mual, muntah, pusing, atau sesak napas setelah terpapar air sungai, segera periksakan diri ke fasyankes terdekat,” tambahnya.
Dinkes juga membuka layanan pengaduan darurat melalui nomor 112 atau call center (021) 55771135. Layanan ambulans gratis juga disiagakan untuk kondisi kegawatdaruratan.
Pemantauan terus dilakukan bersama instansi terkait guna memastikan perkembangan kondisi kualitas air sungai. Dinkes memastikan akan memberikan informasi lanjutan secara berkala kepada masyarakat.
“Keselamatan dan kesehatan warga adalah prioritas utama. Kami berharap masyarakat dapat mematuhi imbauan ini demi mencegah risiko yang tidak diinginkan,” tutup dr. Dini.
(Zher)



