Bappeda Kota Tangerang Dukung Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit Jabodetabek


KOTA TANGERANG – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang turut berpartisipasi dalam Rapat Tim Koordinasi Perencanaan Penataan Kawasan Perkotaan Berorientasi Transit (Transit Urban Planning Coordination/TUPC) Jabodetabek bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (13/1/2025).

Keikutsertaan Bappeda Kota Tangerang menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan kawasan berorientasi transit sebagai bagian dari pembangunan perkotaan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdaya saing di wilayah Jabodetabek.

Kepala Bappeda Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, menyampaikan bahwa konsep kawasan berorientasi transit merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas tata ruang kota sekaligus mendukung sistem transportasi massal yang efisien.

“Pengembangan kawasan berorientasi transit menjadi salah satu kunci dalam menciptakan kota yang lebih terintegrasi antara tata ruang, transportasi, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Kota Tangerang siap mendukung dan mengimplementasikan kebijakan tersebut secara bertahap dan terencana,” ujar Yeti Rohaeti.

Ia menjelaskan, penerapan konsep transit oriented development (TOD) tidak hanya berdampak pada kelancaran mobilitas, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan kemacetan, efisiensi energi, serta peningkatan kualitas lingkungan perkotaan.

Dalam kesempatan tersebut, Yeti Rohaeti juga berkesempatan menjadi perwakilan kabupaten/kota di wilayah Jabodetabek untuk menerima secara simbolis hasil kegiatan Japan-Indonesia Urban Transportation Policy Integration (JUTPI) 3 yang telah selesai diselenggarakan dari Maret 2023 sampai tahun 2025. Hasil kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan perkotaan ke depan.

“TOD bukanlah tujuan akhir, tetapi sebagai sarana untuk menciptakan kota yang berkelanjutan. Melalui sinergi pusat dan daerah, serta dukungan kajian dari JUTPI 3, kami optimistis pengembangan kawasan perkotaan berorientasi transit dapat diimplementasikan secara lebih optimal dan berkelanjutan di Kota Tangerang,” tambahnya.

Bappeda Kota Tangerang menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah sekitar guna mewujudkan penataan kawasan perkotaan Jabodetabek yang terintegrasi, inklusif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(zher)


Next Post

Jembatan Penghubung Bayur Resmi Beroperasi, Pemkot Tangerang Klaim Efektif Urai Kemacetan

Sel Jan 13 , 2026
KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memastikan Jembatan Penghubung Bayur kini telah beroperasi dan dimanfaatkan masyarakat sebagai jalur alternatif […]