KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memastikan Jembatan Penghubung Bayur kini telah beroperasi dan dimanfaatkan masyarakat sebagai jalur alternatif untuk mengurangi kemacetan di sepanjang Jalan Raya Bayur–Sangego–Cadas, Kota Tangerang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menjelaskan, pembangunan Jembatan Penghubung Bayur merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur prioritas yang telah dituntaskan pada akhir tahun lalu.
Menurutnya, jembatan tersebut diproyeksikan sebagai akses strategis yang menghubungkan Jalan Raya Bayur–Cadas dengan Jalan Cisadane Barat Bayur, yang dibangun sebagai jalur alternatif baru untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
“Kami membangun jembatan penghubung untuk menunjang akses Jalan Cisadane Barat Bayur yang rampung dibangun pada akhir tahun kemarin. Saat ini, keduanya sudah mulai beroperasi dan dimanfaatkan banyak pengguna jalan, khususnya dari arah Cadas menuju Kota Tangerang,” ujar Taufik, Selasa (13/1/2026).
Ia menambahkan, Pemkot Tangerang terus melakukan pemantauan guna memastikan efektivitas fungsi jembatan tersebut. Berdasarkan hasil pemantauan awal, Jembatan Penghubung Bayur telah digunakan oleh sebagian besar pengguna jalan dan berdampak signifikan terhadap penurunan tingkat kemacetan di kawasan tersebut.
“Peran jembatan ini sangat vital. Tanpa jembatan penghubung, ruas jalan baru tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal. Kami berharap kemacetan dapat semakin terurai dengan beroperasinya jembatan dan ruas jalan baru ini,” jelasnya.
Selain itu, Taufik menyebutkan, Pemkot Tangerang menargetkan pembangunan delapan ruas jalan baru dan enam titik jembatan yang tersebar di berbagai wilayah Kota Tangerang sepanjang tahun 2026 sebagai upaya berkelanjutan meningkatkan konektivitas dan kelancaran mobilitas warga.
“Pembangunan infrastruktur akan terus kami dorong untuk mendukung pertumbuhan wilayah serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” pungkasnya. (Zher)



