Dukung Program FSPP, Bupati Lebak : Kita Akan Bantu Sesuai Dengan Kemampuan Pemkab


Korantangerang.com – Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya menerima kunjungan silaturahmi kepengurusan baru hasil Musda V Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Lebak, Periode 2019-2024 di Setda Lebak, Senin (11/03/2019). Turut hadir di acara itu, Ketua MUI Kabupaten Lebak, KH Pupu Mahpudin dan puluhan Kyai dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Lebak.

Dalam pertemuan silaturahmi tersebut, Ketua FSPP Lebak, Ade Bujhaerimi menjelaskan program-program kerja FSPP Lebak kedepan salah satunya yaitu membangun Warung Wakaf dimana warung tersebut merupakan hasil wakaf dari pihak ketiga dimana keuntungan dari warung tersebut sscara presentasi lebih besar untuk pihak pengelola yaitu FSPP yang peruntukannya untuk kepentingan dan pembangunan pondok pesantren yang ada di Kabupaten Lebak serta akan lebih menggalakan program Ayo Mondok bagi siswa/siswi pelajar maupun non pelajar di Kabupaten Lebak.

“Rencana kedepan kita akan membangun website FSPP Lebak dimana di dalamnya akan memuat profile pondok-pondok pesantren yang ada di Kabupaten Lebak untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi mengenai pondok pesantren yang sesuai untuk putra/putri nya,” terang Ade.

Menyambut baik program yang disampaikan FSPP Lebak, Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya akan membantu mewujudkan apa yang menjadi cita-cita FSPP Lebak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki Pemkab Lebak. Pada kesempatan itu juga, dirinya memberikan arahan agar FSPP Lebak agar lebih mengoptimalkan peran pondok pesantren khususnya para santri selain menguasai ilmu agama, juga di bekali dengan ilmu kewirausahaan melalui program Santriprenership.

“Belum tentu semua lulusan pondok pesantren menjadi kiyai semua, untuk itu kita bekali mereka dengan ilmu usaha, sehingga santri dapat terus melanjutkan kehidupannya,” ujar Iti Octavia.

Iti Octavia menambahkan, sesuai dengan visinya pada periode yang kedua yakni dibidang pariwisata berbasis potensi lokal, Ia mengatakan akan mengembangkan wisata religi salah satunya dengan mendisain ulang Masjid Agung Kota Rangkasbitung agar menjadi masjid kebanggaan dan lebih maksimal dalam memfasilitasi program-program keagamaan yang telah dicanangkan Pemkab Lebak seperti Maghrib Mengaji dan juga sebagai pusat pengembangan kegamaan khususnya islam serta adanya fasilitas bagi masyarakat yang berkebutuhan khusus.

“Program Ayo Mondok merupakan pogram yang baik, dimana Di era globalisasi ini, kita tahu akan sedikit ksulitan mengontrol pergaulan anak-anak kita, yang paling utama melalui program Ayo Mondok ini kita dapat mencetak generasi muda yang cerdas dan berakhlakul karimah,” katanya.(A7at).


Next Post

Penggusuran Jalan Desa Kapiroe Selesai, Tinggal Pemerataan

Sen Mar 11 , 2019
Donggala – Program jalan penghung di Desa Kapiroe, hari ini Senin (11/3/19) sudah hampir selesai, pasalnya antara TNI bersama warga […]