Ketika mendengar kata Jepara, dua hal yang pasti kita ingat adalah ukiran kayu dan Kartini. Ya, Jepara memang identik dengan kerajinan ukiran kayunya yang mendunia sehingga banyak yang menjuluki Jepara sebagai kota ukir dunia. Di Jepara pula, pahlawan nasional R.A. Kartini dilahirkan. Untuk memperingati hari lahirnya, pemerintah menetapkan 21 April sebagai hari Kartini, pahlawan nasional yang memperjuangkan kesetaraan, emansipasi, pendidikan perempuan di Indonesia.
Jika kamu berwisata ke kota kelahiran R.A Kartini ini, jangan lupa membawa oleh-oleh baik berupa kerajinan tangan ataupun kuliner khas kota Jepara. Ada camilan sederhana yang lahir dari resep turun-temurun, hingga kuliner pesisir yang diolah dengan cara tradisional namun tetap relevan sampai sekarang. Ada tujuh pilihan favorit yang bisa jadi rekomendasi utama. Ini daftar lengkap oleh-oleh khas Jepara!
Kerajinan Patung dan Ukiran
Kerajinan ukir Jepara merupakan seni ukir khas dari Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang telah dikenal luas hingga mancanegara. Keindahan dan kehalusan ukiran Jepara menjadikannya salah satu produk seni unggulan Indonesia. Ukiran Jepara umumnya menggunakan kayu jati sebagai bahan utama. Kayu jati dipilih karena kekuatannya dan kemampuan untuk menghasilkan detail yang rumit dalam ukiran.
Ukiran Jepara juga menggunakan berbagai teknik ukir, seperti ukiran tinggi (relief) dan ukiran rendah (hiasan permukaan). Produk kerajinan ukir Jepara meliputi mebel ukir, hiasan dinding, patung dan ornamen rumah tangga, serta aksesori rumah.
Tenun Troso
Kain Tenun Troso diketahui pertama kali dikenakan Mbah Senu dan Nyi Senu yang menjadi tokoh cikal bakal desa Desa Troso. Keterampilan menenun diwariskan secara turun temurun sejak 1935 bermula dari teknik tenun gendong. Kemudian berkembang menjadi tenun pancal, selanjutnya tenun ikat dengan penggunaan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) pada 1943.
Tenun Troso adalah produk khas Desa Troso Kecamatan Pecangaan menggunakan kombinasi unsur lima motif dasar, yaitu Motif Kedawung, Ampel, Mbelik Boyolali, Sicengkir, dan Gapura Mantingan. Karena memiliki nilai budaya, sosial, ekonomi yang tinggi, Tenun Troso memperoleh Perlindungan Indikasi Geografis oleh Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis. Sertifikat Indikasi Geografis ini, guna menjamin keaslian, menjaga reputasi dan kualitas, mencegah penyalahgunaan nama, serta memberikan kepastian hukum bagi perajin Tenun Troso.
Horog-horog
Horog-horog dibuat dari sari pati pohon aren yang diendapkan, dikeringkan, disangrai, lalu dikukus hingga menjadi butiran-butiran kecil yang kenyal. Prosesnya sederhana namun penuh ketelatenan, dari dapur tradisional hingga ke meja makan. Teksturnya kenyal bikin horog-horog cocok dipadukan dengan apa saja, dari pecel, soto, bakso, hingga horog-horog goreng.
Horog-horog merupakan salah satu makanan pengganti beras di masa pendudukan Jepang. Hingga sekarang, horog-horog disajikan untuk menyambut tamu penting di pendopo kabupaten Jepara. Horog-horog sudah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia di tahun 2025.
Carang madu
Carang madu adalah camilan berbahan dasar tepung beras, santan dan gula. Bentuknya menyerupai kumpulan lembaran bulat lalu diatasnya ada semacam olesan gula.
Dinamakan carang madu, karena menyerupai sarang, dan madu menggambarkan rasa manis dari olesan gula di atasnya. Perpaduan rasa gurih dari carang dan manis gula menjadikan makanan renyah yang satu ini masih diburu masyarakat.
Di wilayah Jepara, carang madu banyak diproduksi di Welahan. Meski saat ini carang madu dapat dinikmati semua kalangan, tapi konon jajanan ini merupakan akulturasi dari budaya Tiongkok. Carang madu biasa disajikan bagi warga Tiongkok saat Imlek.
Sambal Samtis
Dari rasa manis ke pedas, Jepara menghadirkan sambal Samtis sebagai pilihan berbeda. Sambal samtis berbahan dasar udang dan cumi-cumi. Citarasanya manis, gurih, sekaligus pedas, cocok untuk berbagai hidangan.
Untuk membuat samtis khas Jepara, bahan-bahan yang dibutuhkan adalah petis udang (atau cumi-cumi), kecap manis, bawang putih goreng, bawang putih, cabai rawit, gula merah, air, dan garam secukupnya.
Bagi masyarakat Jepara, sambal ini bisa dihidangkan dengan banyak cara. Ada yang memakainya sebagai cocolan, ada pula yang mencampurnya dengan sayur rebus atau menjadikannya sambal rujak.
Kerupuk Tenggiri
Jepara juga terkenal sebagai daerah penghasil ikan laut di Indonesia. Sehingga tersedia berbagai jenis olahan ikan yang bisa dijadikan oleh-oleh, salah satunya adalah kerupuk tenggiri. Kerupuk ini diolah dari ikan tenggiri segar berkualitas dengan tambahan bumbu dan tepung. Resepnya diwariskan secara turun-temurun, sehingga cita rasanya tetap terjaga.
Sentra produksinya berada di Kelurahan Pengkol yang dikenal sebagai pusat industri kerupuk. Dari sana, kerupuk berbentuk lingkaran pipih ini diproduksi dengan tekstur renyah dan rasa gurih yang khas.
Kerupuk tenggiri biasanya dijual dalam dua bentuk, yaitu mentah untuk digoreng sendiri atau sudah matang siap santap.
Kerajinan Monel
Monel merupakan logam sejenis besi yang di tempat lain orang biasa menyebutnya baja putih. Keunikan logam ini antara lain tidak berkarat, karena itu cocok digunakan untuk aksesori tubuh. Segala macam aksesori, mulai dari kalung, gelang, cincin, anting, ikat pinggang hingga alat untuk kerokan.
Aksesori monel diproduksi di kawasan Sentra Monel Desa Kriyan, Kalinyamatan, sekitar 18 km sebelah selatan Jepara dari arah Kudus.


