Rutan Kelas IIB Manna Laksanakan Sholat Iduladha 1447 H, Khatib Ajak WBP Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim AS


KORANTANGERANG.COM- Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Manna melaksanakan Sholat Hari Raya Iduladha 1447 H/2026 M yang diikuti oleh Kepala Rutan beserta jajaran dan seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP), bertempat di lapangan Rutan Kelas IIB Manna, Rabu (27/05).

Pelaksanaan Sholat Iduladha berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh kekhusyukan. Bertindak sebagai Imam dan Khatib adalah perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Selatan.

Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si, menyampaikan bahwa peringatan Hari Raya Iduladha merupakan momentum penting untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta memperkuat pembinaan kepribadian bagi warga binaan.

“Iduladha mengajarkan nilai-nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepatuhan kepada Allah SWT. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam proses pembinaan warga binaan agar mampu menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Hannibal.

Dalam khutbahnya, Khatib dari Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Selatan menyampaikan makna mendalam dari pelaksanaan ibadah haji dan kurban yang berakar dari keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Jamaah diajak untuk meneladani sikap ikhlas, sabar, dan taat kepada perintah Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan.
Selain itu, Khatib menegaskan bahwa ibadah kurban bukan hanya sebatas penyembelihan hewan, melainkan simbol pengorbanan terhadap hawa nafsu, ego, dan berbagai perilaku negatif yang dapat menghambat seseorang dalam memperbaiki diri.

Momentum Hari Raya Iduladha juga dimanfaatkan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah antara petugas dan warga binaan, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif hingga selesai. Melalui kegiatan keagamaan ini, Rutan Kelas IIB Manna terus berkomitmen memberikan pembinaan spiritual guna membentuk warga binaan yang berakhlak baik, beriman, dan siap kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif.(Red).