Gurih & Pelem
- Kamis, Juli 29, 2010, 21:54
- Ragam
- Add a comment
BERBICARA sate bandeng, pasti akan mengingatkan kita pada Kota Serang, Banten. Karena, makanan yang satu ini dikenal merupakan makanan khas Serang yang menjadi salah satu khazanah kekayaan wisata kuliner daerah itu.
Akan tetapi, apabila Anda berada di Kota Cimahi, tidak perlu susah mencari sate yang satu ini. Datang saja ke Kedai Sate Bandeng Madu Tanpa Duri, di Jalan Cihanjuang no. 90, Cimahi. Di sana Anda akan merasakan sate bandeng yang berbeda.
“Kalau di Serang ‘kan sate bandeng dibalut dengan campuran kelapa dan terigu. Di sini, kita biarkan bandeng yang dipanggang dalam keadaan polos,” kata pemilik kedai, Ny. Aris (50).
Sudah pasti olahan bumbu dari rempah yang dipadu dengan madu ini akan menghasilkan cita rasa tersendiri . Satu cubitan daging bandeng sampai di lidah, rasa pelem dan gurih begitu terasa. Tak heran, jika aktivitas usaha yang baru dibuka selama 3 bulan tersebut, langsung mendapat sambutan hangat dari konsumen. Dalam sehari, rata-rata 100 sate bandeng habis terjual.
Jalan Cihanjuang adalah akses menuju pusat perkantoran Pemkot Cimahi. Di jalur terebut, mulai tumbuh berbagai aktivitas sehingga memiliki peluang untuk pengembangan usaha di bidang makanan. Selain itu, Cihanjuang merupakan jalur alternatif menuju kawasan wisata di Lembang, Bandung Utara.
Satu paket sate bandeng hanya Rp 12.000.-, lalapan, bacem tempe/tahu, dan “sambel edun” akan menambah selera makan Anda. Apabila Anda hanya ingin memesan sate bandeng, tinggal membayar Rp 7.000.- sudah plus sambal dan lalapannya.
Selain itu, ada satu yang bikin unik di kedai ini, yakni nasi kerikil. Jangan salah, nasi kerikil tidak keras seperti kerikil. Nasi kerikil adalah menu nasi yang dicampur dengan jagung, potongan wortel, dan buncis. Saat disantap, memang akan terasa unsur sayuran yang bikin nasi ini begitu fantastis. Harga nasi kerikil Rp 2.500,-/porsi.
(sumber: galamedia.com)
