Pada Minggu (1/2), sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat integritas pasar modal Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memfasilitasi agenda Dialog Pelaku Pasar Modal yang berlangsung di Main Hall BEI. Pertemuan ini, mempertemukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jajaran Direksi Self-Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta perwakilan seluruh pelaku pasar modal. Dalam forum ini, BEI bersama regulator sepakat mempercepat reformasi struktural guna memulihkan kepercayaan investor dan memastikan kredibilitas pasar modal Indonesia tetap sejalan dengan standar internasional melalui koordinasi yang lebih intensif antar pemangku kepentingan.
Dalam dialog tersebut, dipaparkan 8 rencana aksi strategis yang akan dijalankan BEI bersama OJK untuk meningkatkan investability pasar. BEI juga tengah mempersiapkan langkah-langkah strategis guna meningkatkan tata kelola dan transparansi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), serta memperketat pengawasan terhadap praktik manipulasi transaksi guna melindungi investor ritel. Melalui kolaborasi ini, BEI berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur pasar yang andal, menyediakan data kepemilikan saham yang lebih granular, dan memastikan seluruh emiten menerapkan standar governance tertinggi demi pertumbuhan pasar modal yang sehat dan berkelanjutan.



