Waspada Super Flu Saat Pancaroba, Dinkes Kabupaten Tangerang Catat Puluhan Kasus ISPA di Tiap Kecamatan


Tangerang – Memasuki masa peralihan musim atau pancaroba dari kemarau ke musim penghujan, ancaman gangguan kesehatan kembali mengintai masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap virus influenza atau yang kerap disebut “super flu”, karena berpotensi menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), khususnya pada anak-anak. Minggu (11/1/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengatakan bahwa pada masa transisi musim seperti saat ini, kasus penularan influenza cenderung mengalami peningkatan. Cuaca yang tidak menentu dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat menurunkan daya tahan tubuh masyarakat.

“Di masa peralihan dari kemarau ke musim hujan ini, sering ditemukan penularan virus influenza atau super flu, terutama pada anak-anak,” ujar Hendra.

Ia menjelaskan, langkah utama dalam mengantisipasi penyebaran virus influenza adalah dengan menjaga sistem imun tubuh agar tetap stabil. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) secara konsisten di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Jadi, kami sudah mengimbau masyarakat melalui camat dan puskesmas agar menjaga pola hidup bersih dan sehat,” katanya.

Meski demikian, Hendra meminta masyarakat untuk tidak panik menyikapi isu merebaknya super flu di tengah pancaroba. Ia menegaskan bahwa influenza pada dasarnya merupakan flu biasa, namun tetap tidak boleh dianggap remeh.

“Tidak perlu panik soal super flu ini karena pada dasarnya itu flu biasa. Tapi juga jangan dianggap enteng, karena virus ini menyerang sistem pernapasan seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru, sehingga bisa menyebabkan ISPA,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hendra menambahkan bahwa istilah “super flu” sebenarnya bukan istilah medis. Kementerian Kesehatan menyebut istilah tersebut hanya sebagai bahasa populer di masyarakat untuk menggambarkan meningkatnya jumlah kasus flu dengan masa penyembuhan yang relatif lebih lama.

“Selama kondisi tubuh sehat, super flu seharusnya tidak menimbulkan masalah serius. Namun pencegahan tetap harus dilakukan dengan pola hidup sehat, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta rutin berolahraga agar tubuh tetap fit,” imbuhnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, hingga Desember 2025 tercatat rata-rata 40 hingga 50 kasus ISPA di setiap kecamatan yang terjadi selama masa pancaroba.

“Untuk Kabupaten Tangerang, pada bulan Desember 2025 kemarin, rata-rata di setiap kecamatan ditemukan sekitar 40 sampai 50 kasus ISPA,” pungkas Hendra.(zher).


Next Post

PWI Tangsel Siap Sukseskan HPN Banten 2026

Ming Jan 11 , 2026
Korantangerang.com, Tangsel-,penguatan organisasi dan sosialiasi HPN Banten 2026, Ketua PWI Provinsi Banten, Rian Nopandra berkunjung ke Sekretariat PWI Kota Tangerang […]