Tanpa Anggaran Khusus : Strategy Terminal Bus Kalideres Dalam Meningkatkan Pelayanan


​JAKARTA — Kepala Terminal Kalideres Jakarta barat di Ruangan yang bersih dan rapih dengan Keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang bagi pengelola terminal untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan publik. Mengatasi tidak adanya alokasi dana khusus dari instansi induk, pengawasan terminal mengoptimalkan strategi kolaborasi dan sinergi lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta instansi terkait demi pemeliharaan infrastruktur.Selasa (11/8/2026).

​Kepala Terminal, Prasetyo, S.E., menjelaskan bahwa setiap usulan perbaikan fasilitas selalu dikoordinasikan terlebih dahulu ke UPT terkait. Apabila anggaran UPT tidak tersedia, pihak terminal berinisiatif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan operasional.
​Strategi kolaborasi dan hasil penataan fasilitas meliputi:

​Penambalan Jalan Berlubang: Berkolaborasi dengan Bina Marga untuk mengamankan bantuan material aspal sebanyak 1 truk guna menutup lubang-lubang jalan yang membahayakan pengendara.

​Perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU): Mengatasi kondisi terminal yang sebelumnya gelap akibat lampu mati, pihak terminal menyurati Bina Marga untuk perbaikan PJU hingga seluruh penerangan kembali berfungsi optimal.

​Marka Jalan dan Karpet Merah: Pembuatan marka jalan dilakukan untuk memberikan batas aman dan petunjuk arah bagi pemudi. Selain itu, dipasang karpet merah khusus dari Bidang Lalu Lintas sebagai penanda jalur prioritas armada TransJakarta.

​Penghijauan Area Terminal: Berkoordinasi dengan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota serta pihak Kecamatan Kalideres, terminal memperoleh bantuan 59 bibit tanaman hias dan 500 polybag bibit tanaman untuk mempercantik dan menyejukkan kawasan terminal.

​Terkait perawatan rutin, pengelola terminal membagi tugas pemeliharaan sesuai kewenangan. Untuk penyiraman tanaman, truk tangki dari Dinas Pertamanan dijadwalkan masuk ke terminal setiap pagi guna menjaga kesegaran area hijau. Sementara pemeliharaan fasilitas utama tetap dikoordinasikan secara berkala dengan UPT.

​Sebagai langkah ke depan, Prasetyo, S.E. beserta jajarannya menerapkan tiga tahapan strategi penataan:

​Jangka Pendek: Melakukan pemeliharaan dan perawatan mandiri terhadap fasilitas yang ada.

​Jangka Menengah: Memperkuat kolaborasi dan sinergi lintas SKPD untuk bantuan operasional.

​Jangka Panjang: Mengusulkan perencanaan anggaran kebutuhan terminal ke UPT agar dapat diakomodasi pada tahun anggaran berikutnya.

Bagaimana masalah terminal bayangan maka Prasetyo Terkait terminal bayangan tidak mau beri komentar dengan tegas.

​Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat terus berjalan berkesinambungan demi menyajikan pelayanan terminal yang aman, nyaman, dan tertata bagi masyarakat. (Aderiza)


Next Post

Seminar Implementasi Aksi Perubahan, Inovasi ‘Basigaro’ Didorong Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Sel Agu 11 , 2026
Ternate – Maluku Utara (Malut) sebagai daerah kepulauan perlu pendekatan pelayanan dan pembinaan hukum terintegrasi berbasis teknologi informasi yang memudahkan […]