Tangerang Got Talent, Ruang Mimpi dan Kebanggaan Warga Kota Benteng


Kota Tangerang – Sorot lampu panggung Gedung Seni Budaya Kota Tangerang menyala lebih terang dari biasanya, Jumat (16/01/2025). Di balik gemerlap cahaya itu, tersimpan harapan, keberanian, dan mimpi puluhan warga Kota Tangerang yang tampil dalam Tangerang Got Talent (TGT) Babak Showcase.

Sebanyak 74 peserta, dari beragam usia dan latar belakang, bergantian naik ke atas panggung. Ada yang menggenggam mikrofon dengan tangan gemetar, ada pula yang menari penuh percaya diri. Namun satu hal yang sama: mereka datang membawa kebanggaan sebagai bagian dari Kota Tangerang.

Ajang ini bukan sekadar kompetisi. Ia menjadi ruang aman untuk berekspresi, tempat seni mempertemukan perbedaan, dan panggung kecil bagi mimpi-mimpi besar warga.

Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, yang hadir membuka acara, menegaskan bahwa seni dan budaya memiliki kekuatan luar biasa dalam merajut kebersamaan di tengah keberagaman kota yang terus tumbuh.

“Melalui seni, kita dipersatukan. Ajang seperti ini bukan hanya tentang siapa yang terbaik, tetapi tentang kebersamaan, keberanian berekspresi, dan rasa bangga menjadi bagian dari Kota Tangerang,” ucapnya di hadapan para peserta dan penonton.

Di tengah riuh tepuk tangan, Gedung Seni Budaya Kota Tangerang menjadi saksi betapa pentingnya ruang publik yang inklusif. Gedung ini bukan hanya bangunan fisik, melainkan simbol komitmen pemerintah dalam menghadirkan ruang bagi warga untuk berkarya dan merasa dihargai.

“Kota yang nyaman dan berkualitas adalah kota yang warganya bisa berekspresi dan merasa dihargai,” tambah Sachrudin.

Di balik layar, suasana tak kalah hangat. Peserta saling menyemangati, keluarga menunggu dengan wajah penuh harap, dan para seniman lokal menyatukan energi positif.

Kolaborasi Serikat Pemersatu Seniman Indonesia (SPSI) Kota Tangerang bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menjadi penggerak utama terselenggaranya panggung mimpi ini.

Babak Showcase dibagi dalam dua sesi. Sebanyak 32 peserta tampil di sesi pagi, sementara 42 peserta lainnya mengisi sesi siang. Dari tarik suara hingga seni tari, setiap penampilan menghadirkan cerita tentang latihan panjang, keberanian melawan rasa takut, dan cinta pada seni.

Di akhir acara, tak semua pulang membawa gelar. Namun setiap peserta membawa pulang sesuatu yang lebih berharga: pengalaman, kepercayaan diri, dan rasa memiliki terhadap kota tempat mereka tumbuh.

Tangerang Got Talent pun menjelma lebih dari sekadar ajang pencarian bakat. Ia menjadi cermin bahwa Kota Tangerang adalah rumah bersama—tempat mimpi boleh tumbuh, seni boleh hidup, dan warganya diberi ruang untuk bersuara.
(Zher)


Next Post

Imigrasi Tangerang Kembali Buka Layanan Paspor Simpatik, Digelar Serentak di Kantor Utama dan ULP Bintaro Plaza

Sab Jan 17 , 2026
TANGERANG – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang kembali menghadirkan Layanan Paspor Simpatik untuk kedua kalinya di bulan Januari. […]