KORANTANGERANG.COM-Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten, Muhammad Ali Syeh Banna, memberikan apresiasi kepada para dewan juri yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan Semarak Ramadan 1447 H bertajuk “Ramadan Momentum Hijrah Diri”. Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan profesionalitas para juri dalam menilai berbagai perlombaan keagamaan yang diikuti oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari 15 UPT Pemasyarakatan se-Banten. (05/03)
Dewan juri yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri dari Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Ahmad Hardi, Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan Ade Kusmanto, Pembina Kemasyarakatan Madya Dasep Rana Budi, Ketua Tim Pembinaan Adang Ruswandi, serta Staf Bidang Pembinaan Saifunnuha.
Kakanwil Ditjenpas Banten, Ali Syeh Banna, menyampaikan bahwa keberadaan dewan juri memiliki peran penting dalam memastikan setiap rangkaian lomba, mulai dari MTQ, Adzan hingga Kultum, berjalan secara objektif, transparan, dan berkualitas.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para dewan juri yang telah memberikan dedikasi, waktu, dan pemikirannya untuk menilai setiap penampilan peserta secara profesional. Peran bapak-bapak sekalian sangat penting dalam menjaga kualitas kegiatan pembinaan spiritual bagi Warga Binaan,” ujar Ali Syeh Banna.
Menurutnya, kegiatan Semarak Ramadan tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, tetapi juga merupakan bagian dari upaya pembinaan kepribadian yang menanamkan nilai-nilai religius, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan semangat perubahan bagi para WBP.
Ia juga berharap nilai-nilai yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan dalam menjalani proses pembinaan selama berada di dalam Lapas dan Rutan, hingga nantinya kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
“Melalui momentum Ramadan ini, kita ingin menghadirkan pembinaan yang lebih humanis dan menyentuh aspek spiritual. Harapannya, kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran, memperkuat karakter, dan menjadi titik awal perubahan positif bagi setiap Warga Binaan,” tutupnya.(Red).



