Serang, INFO PAS – Dalam rangka menyemarakkan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 Tahun 2026, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Banten menggelar kegiatan bersih-bersih lingkungan pada Kamis (9/4). Kegiatan ini dilaksanakan di area Kantor Wilayah Ditjenpas Banten hingga kawasan Alun-Alun Kota Serang sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya menciptakan suasana kerja yang nyaman dan sehat.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Banten, Muhammad Ali Syeh Banna, serta diikuti oleh seluruh pejabat administrator dan pegawai. Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok yang bertugas di sejumlah titik, antara lain Area Gedung Pengabdian, Rupbasan, Kemenkum, serta JPO Alun-Alun Kota Serang. Seluruh peserta tampak antusias dan bekerja sama dalam membersihkan area yang menjadi tanggung jawab masing-masing.
Dalam arahannya, Kepala Kanwil menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran bersama akan pentingnya kebersihan sebagai cerminan profesionalisme. “Kegiatan bersih-bersih ini harus kita maknai sebagai komitmen bersama, bukan hanya dalam rangka peringatan HBP, tetapi sebagai budaya kerja yang terus kita jaga. Lingkungan kerja yang bersih dan rapi akan berdampak pada kualitas kinerja kita,” ujar Muhammad Ali Syeh Banna.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan gotong royong dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. “Mari kita jaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan dengan penuh tanggung jawab dan kebersamaan. Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, sehat, dan produktif,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, serta diikuti dengan partisipasi aktif seluruh pegawai. Aksi ini tidak hanya memberikan dampak positif terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian di lingkungan Kanwil Ditjenpas Banten. Melalui momentum HBP ke-62 ini, diharapkan semangat menjaga kebersihan dapat terus terinternalisasi dalam budaya kerja sehari-hari.



