RUMAH IBADAH DAN WACANA TAMAN HARMONI LEBAK


LEBAK – Pembangunan Taman Harmoni Lebak di lingkungan Citra Maja City (CMC), Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, harus dimaknai sebagai wujud keberagaman dan harmoni umat beragama. Di Lebak sendiri terdapat pemeluk agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. CMC, saya kira, dibangun untuk umum, terbuka untuk siapa pun, tanpa memandang status sosial, latar belakang budaya, etnis, atau pemeluk agama. Dalam sebuah kalimat terpahat, di Taman Harmoni Lebak itu, rencananya motto umat beragama akan diabadikan : akidah terjaga, kerukunan terpelihara.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lebak, Drs. H. Zubaedy Haerudin mengungkapkan hal itu, menyusul wacana pembangunan Rumah Harmoni Lebak di lingkungan CMC . “Soal nama, masih satu usulan. Dalam rapat, nama akan didiskusikan, mungkin rumah harmoni, taman harmoni, tugu kerukunan, monuen kerfukuanan, dan lain-lain,” tambah Haerudin.

“Kami sudah berbicara dengan pihak CMC, dan menyambut baik. FKUB akan menindaklanjutinya dengan proses dan prosedur formal,” kata Haerudin, di kediamannya, Selasa (11/03/25). “Masih wacana, dan merupakan keinginan FKUB,” tambah Haerudin. “Kalau jadi, dan didukung semua pihak, tentu harus melibatkan Pemerintah Kabupaten Lebak, DPRD Kabupaten Lebak, Kementerian Agama Kabupaten Lebak, dan pihak-pihak yang terkait,” kata Haerudin lagi.

Diakui Haerudin, gagasan pembangunan taman atau monumen dimaksud tercetus saat FKUB bersilaturahmi dengan Kepala Kejaksaan Negeri Lebak, tempo hari. Masukan Kejari Lebak, Devi Freddy Muskita, S.H., M.H., ada baiknya didiskusikan perlu tidaknya membangun monumen kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Lebak.

Rumah Ibadah : Masjid dan Gereja

di lingkungan CMC sendiri dibangun rumah ibadah, terdiri dari dua masjid (satu masjid sudah dibangun lebih dahulu), dua gereja (Kristen dan Katolik), dan sebuah musala hasil kerja sama penghuni CMC dan perusahaan yang menaungi CMC. Khusus pembangunan dua masjid dan dua gereja, bersumber dana dari perusahaan yang menaungi CMC sendiri, sekitar Rp20 miliar.

Anggaran sebesar itu di luar musala yang dibangun secara bergotong royong oleh warga Kluster Canggu (bagian dari CMC), dengan tanah hibah dari CMC sendiri. Proses pembangunan seluruh rumah ibadah itu masih terus berjalan. “Informasi yang saya terima dari pihak CMC, peresmian pada bulan Agustus 2025,” kata Haerudin. Kabarnya, peresmian masjid dan gereja itu akan dilakukan satu paket, dalam sebuah upacara seremonial, rencananya, oleh Bupati Kabupaten Lebak. (Dean Al-Gamereau)


Next Post

Dishub Kota Tangerang Buka Posko Validasi Peserta Mudik Gratis Kemenhub 2025

Sel Mar 11 , 2025
Kota Tangerang – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang membuka Posko Validasi Ulang mudik gratis mulai 11 – 23 Maret di […]