Tangerang – RSUD Balaraja terus berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang layanan kesehatan melalui kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS). Kali ini, PKRS mengangkat tema “Edukasi Mengenal Speech Terapi atau Terapi Wicara” yang ditujukan bagi pengunjung rumah sakit, bertempat di Ruang Tunggu Klinik Rehabilitasi Medik RSUD Balaraja.
Kegiatan edukasi ini menghadirkan Annisah Faradila, A.Md.T.W, Terapis Wicara RSUD Balaraja, sebagai narasumber. Ia menjelaskan bahwa terapi wicara memiliki peran penting dalam membantu pasien, baik anak-anak maupun orang dewasa, yang mengalami gangguan bicara, bahasa, komunikasi, hingga gangguan menelan.
“Terapi wicara merupakan bagian dari perawatan rehabilitasi medik yang bertujuan membantu pasien meningkatkan kemampuan berbicara, memahami bahasa, serta mengekspresikan diri dengan lebih baik. Ini dilakukan melalui latihan koordinasi otot mulut dan pemrosesan bahasa,” jelas Annisah Faradila.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami kapan seseorang perlu mendapatkan terapi wicara. Padahal, deteksi dan penanganan sejak dini sangat berpengaruh terhadap hasil terapi.
“Sering kali orang tua atau keluarga menganggap keterlambatan bicara sebagai hal yang wajar. Padahal, jika ditangani lebih awal melalui terapi wicara, peluang perbaikan kemampuan komunikasi akan jauh lebih optimal,” ujarnya.
Dalam sesi edukasi tersebut, pengunjung juga diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda gangguan bicara dan bahasa, serta alur layanan terapi wicara yang tersedia di Klinik Rehabilitasi Medik RSUD Balaraja.
Annisah menambahkan, RSUD Balaraja membuka layanan konsultasi bagi masyarakat yang merasa dirinya atau anggota keluarganya membutuhkan terapi wicara. “Apabila handai tolan merasa memerlukan perawatan terapi wicara, silakan berkonsultasi langsung ke Klinik Rehabilitasi Medik RSUD Balaraja. Kami siap membantu,” katanya.
Melalui kegiatan PKRS ini, RSUD Balaraja berharap dapat menambah pengetahuan dan wawasan pengunjung rumah sakit, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan komunikasi sebagai bagian dari kualitas hidup.
“Edukasi seperti ini diharapkan dapat membuat masyarakat lebih peduli dan tidak ragu untuk memeriksakan diri atau keluarganya ke tenaga profesional,” pungkas Annisah Faradila.
Sementara itu, Direktur RSUD Balaraja dr. H. Corah Usman MARS menegaskan bahwa kegiatan PKRS merupakan komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga promotif dan preventif.
“Kami ingin RSUD Balaraja tidak hanya menjadi tempat berobat, tetapi juga pusat edukasi kesehatan bagi masyarakat. Melalui PKRS ini, kami berharap pengunjung rumah sakit mendapatkan pengetahuan yang benar, termasuk tentang pentingnya terapi wicara,” kata Direktur RSUD Balaraja.
Ia juga menyampaikan bahwa layanan terapi wicara di RSUD Balaraja terus dikembangkan agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
“Gangguan bicara dan komunikasi bisa dialami siapa saja. Dengan edukasi yang tepat, kami berharap masyarakat tidak ragu memanfaatkan layanan Klinik Rehabilitasi Medik RSUD Balaraja untuk meningkatkan kualitas hidup mereka,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, RSUD Balaraja berharap pengetahuan dan wawasan pengunjung rumah sakit semakin bertambah, sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan penanganan profesional terhadap gangguan bicara dan komunikasi.
“Apabila handai tolan merasa memerlukan perawatan terapi wicara, kami persilakan untuk berkonsultasi langsung ke Klinik Rehabilitasi Medik RSUD Balaraja,” pungkas Direktur RSUD Balaraja.
(zher)



