TANGERANG – Penyampaian informasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan kanal resmi. Kedekatan relawan dengan berbagai kelompok dan komunitas dinilai dapat menjadi salah satu kekuatan untuk memperluas edukasi mengenai kepesertaan, pelayanan kesehatan hingga kanal layanan BPJS Kesehatan.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu dasar digelarnya KARIB JKN (Kolaborasi Relawan Informatif dan Berwawasan JKN) di Kota Tangerang, Rabu (29/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut dirancang sebagai forum pembelajaran, penguatan kapasitas, sekaligus kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan Relawan JKN.
Dalam dokumen kegiatan disebutkan, keberhasilan Program JKN tidak hanya ditentukan oleh penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan administrasi kepesertaan, tetapi juga oleh tingkat pemahaman masyarakat terhadap hak, kewajiban, prosedur, serta kanal layanan yang tersedia.
Di tengah derasnya arus informasi, tantangannya adalah memastikan informasi mengenai JKN yang diterima masyarakat merupakan informasi yang benar, terkini, mudah dipahami dan sesuai dengan ketentuan program.
Di titik inilah peran relawan menjadi penting.
Relawan berinteraksi langsung dengan berbagai kelompok dan komunitas di masyarakat. Kedekatan tersebut membuka ruang bagi relawan untuk membantu menyampaikan informasi JKN sekaligus mengarahkan masyarakat kepada sumber informasi dan kanal layanan resmi BPJS Kesehatan.
“Relawan memiliki posisi strategis sebagai bagian dari masyarakat yang berinteraksi langsung dengan berbagai kelompok dan komunitas,” demikian poin dalam latar belakang kegiatan KARIB JKN.
Karena itu, kegiatan tersebut tidak diarahkan sebatas sosialisasi. BPJS Kesehatan menempatkan KARIB JKN sebagai ruang untuk membangun pemahaman, interaksi, kolaborasi dan kapasitas relawan, sehingga mereka dapat berperan sebagai mitra dalam penyampaian informasi JKN di lingkungan masyarakat.
Bukan Sekadar Mengetahui, Relawan Didorong Mampu Menjelaskan
Agenda KARIB JKN juga menunjukkan bahwa kapasitas relawan menjadi perhatian utama. Salah satu tujuan kegiatan adalah meningkatkan kemampuan relawan dalam menyampaikan informasi Program JKN kepada masyarakat secara tepat dan mudah dipahami.
Materi yang dijadwalkan mencakup Product Knowledge: Program Jaminan Kesehatan Nasional yang berlangsung pukul 10.45–13.15 WIB.
Setelah itu, peserta mengikuti sesi “The Art of Communication Skills” dan post test pada pukul 14.15–16.15 WIB.
Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa penguasaan materi JKN dan kemampuan komunikasi ditempatkan sebagai dua unsur yang saling berkaitan dalam menjalankan fungsi edukasi kepada masyarakat.
Dengan demikian, relawan tidak hanya dituntut mengetahui informasi mengenai JKN, tetapi juga mampu menerjemahkannya menjadi informasi yang lebih mudah dipahami masyarakat.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman hasil pre-test dan post-test serta penyerahan sertifikat.
Bangun Jejaring Edukasi JKN
KARIB JKN juga diarahkan untuk membangun jejaring komunikasi dan kolaborasi antara BPJS Kesehatan dengan komunitas relawan.
Dalam dokumen kegiatan, salah satu output yang ditargetkan adalah terbentuknya jejaring komunikasi dan kolaborasi antara BPJS Kesehatan dengan relawan.
Selain itu, kegiatan diharapkan mampu menciptakan multiplier effect edukasi Program JKN melalui aktivitas relawan di masyarakat.
Artinya, edukasi tidak berhenti di ruang kegiatan. Pengetahuan yang diperoleh relawan diharapkan dapat diteruskan kepada komunitas dan masyarakat yang mereka dampingi.
Tujuan akhirnya adalah membangun jejaring masyarakat yang mampu mendukung penyampaian informasi Program JKN secara tepat, positif, inklusif dan berkelanjutan.
KARIB JKN digelar di Kota Tangerang pada Rabu, 29 September 2026, dengan melibatkan unsur Direktur Kepesertaan, Dewan Pengawas, Kedeputian Bidang MML dan Relawan JKN.
Forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat mata rantai informasi JKN: dari penyelenggara program, melalui relawan, hingga masyarakat sebagai penerima informasi dan layanan.(zher).


