PWI-Polres Metro Tangerang Kota Perkuat Komunikasi Publik, Herbin: Jangan Ada Ruang Kosong Informasi


KOTA TANGERANG — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang dan Polres Metro Tangerang Kota memperkuat komunikasi kelembagaan untuk mendorong penyampaian informasi publik yang cepat, akurat, sekaligus tetap menghormati independensi jurnalistik.

Hal itu mengemuka dalam kunjungan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Herbin Sianipar, S.I.K., S.H., ke Sekretariat PWI Kota Tangerang, Jalan Raya Daan Mogot No. 51A, Selasa (29/9/2026).

Herbin hadir didampingi Kasat Intelkam Kompol H. Dodi Abdulrohim, S.Sos., M.Krim., Kasi Humas Kompol Gunawan, Kapolsek Tangerang Kota Kompol Suyatno, serta jajaran Polres Metro Tangerang Kota.

Kedatangan tersebut disambut Ketua PWI Kota Tangerang R. Herwanto bersama Sekretaris PWI Fairus dan jajaran pengurus.

Pertemuan tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi. Dialog berkembang membahas posisi pers dalam demokrasi, independensi wartawan, kompetensi jurnalistik, keterbukaan informasi hingga strategi komunikasi publik kepolisian di tengah derasnya arus informasi digital.

Herbin: Jangan Ada Kekosongan Informasi

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Herbin Sianipar menyoroti pentingnya kecepatan kepolisian dalam memberikan informasi resmi kepada masyarakat.

Menurutnya, keterlambatan penyampaian informasi dapat menciptakan ruang kosong antara suatu peristiwa dengan penjelasan resmi dari kepolisian.

“Karena terlambat kita memberikan klarifikasi, ada ruang kosong antara kejadian dan informasi. Di situ akan muncul hoaks,” ujar Herbin.

Karena itu, komunikasi publik dinilai tidak dapat dipisahkan dari tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kepolisian tidak hanya dituntut bergerak cepat ketika terjadi suatu peristiwa, tetapi juga harus mampu menjelaskan perkembangan penanganannya melalui informasi yang akurat, terukur dan mudah dipahami masyarakat.

Dalam konteks tersebut, pers menjadi salah satu kanal penting bagi masyarakat untuk memperoleh informasi yang telah diverifikasi.

PWI Tegaskan Pers Tetap Independen

Ketua PWI Kota Tangerang R. Herwanto menegaskan, hubungan antara pers dan kepolisian harus dibangun melalui komunikasi profesional tanpa menghilangkan independensi jurnalistik.

“Wartawan harus tetap kritis. Namun, kritik harus dibangun berdasarkan data, fakta dan kode etik jurnalistik. Kemitraan dengan kepolisian bukan berarti wartawan kehilangan independensinya,” tegas Herwanto.

Menurutnya, kemitraan pers dengan kepolisian tidak boleh dimaknai sebagai hubungan subordinasi.

Pers memiliki fungsi sosial dan kontrol publik. Karena itu, setiap lembaga tetap harus menjalankan fungsi masing-masing sesuai koridor hukum dan etika profesi.

“PWI adalah organisasi wartawan, bukan organisasi pemerintah. Ketika ada kebijakan atau persoalan yang memang perlu dikritisi, tentu akan kami sampaikan secara profesional, proporsional dan berdasarkan fakta,” ujarnya.

UKW Dinilai Penting di Tengah Ledakan Media Digital

Herwanto juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Menurutnya, perkembangan media digital telah membuat arus produksi informasi semakin cepat. Namun, kecepatan tersebut harus tetap diimbangi kemampuan melakukan verifikasi dan memahami kode etik jurnalistik.

“Menjadi wartawan bukan hanya soal bisa menulis berita. Ada kompetensi, ada kode etik dan ada tanggung jawab kepada publik,” jelasnya.

PWI Kota Tangerang saat ini menaungi sekitar 80 anggota. Organisasi tersebut telah berdiri sejak 1993, sejalan dengan perkembangan Kota Tangerang sebagai daerah otonom.

Di tengah transformasi digital, ekosistem media di Tangerang juga berkembang pesat. Di lingkungan organisasi tersebut terdapat sekitar 120 media online, selain sejumlah media cetak yang masih menjalankan aktivitas jurnalistik.

Herwanto menilai pertumbuhan jumlah media harus diikuti peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kuantitas media, kata dia, tidak otomatis mencerminkan kualitas jurnalistik. Verifikasi, akurasi, kepatuhan terhadap kode etik, independensi serta kemampuan membaca konteks menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik.

Polisi Dorong Perluasan CCTV untuk Tekan Kejahatan 3C

Selain membahas hubungan pers dan kepolisian, pertemuan juga menyinggung upaya penguatan keamanan di wilayah Kota Tangerang.

Herbin mendorong penguatan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Tangerang dalam memperluas pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik yang dinilai rawan tindak kejahatan.

Kamera pengawas tersebut diharapkan membantu penanganan perkara 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

“Ini sangat efektif bagi kami sekaligus mempermudah dalam memproses kasus,” tegasnya.

Penguatan CCTV sekaligus menunjukkan bahwa upaya menjaga kamtibmas tidak hanya bergantung pada tindakan kepolisian di lapangan, tetapi juga membutuhkan dukungan teknologi dan kolaborasi lintas sektor.

Pers dan Polisi Berbeda Peran, Bertemu pada Kepentingan Publik

Pertemuan PWI Kota Tangerang dan Polres Metro Tangerang Kota memperlihatkan adanya ruang kerja sama dalam satu kepentingan yang sama, yakni memastikan masyarakat memperoleh informasi yang faktual dan dapat dipertanggungjawabkan.

Namun, kedua institusi tetap memiliki mandat berbeda.

Bagi pers, akses terhadap informasi merupakan bagian penting dari kerja jurnalistik dan fungsi kontrol publik. Sementara bagi kepolisian, komunikasi publik menjadi instrumen untuk menjelaskan tindakan, perkembangan penanganan perkara, menjaga ketertiban serta membangun kepercayaan masyarakat.

Dialog kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab mengenai dinamika pemberitaan, hubungan pers dan kepolisian serta penguatan komunikasi profesional.

Pertemuan ditutup dengan berjabat tangan dan foto bersama.

Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa hubungan pers dan kepolisian membutuhkan komunikasi terbuka, profesionalisme, independensi, kecepatan informasi dan akurasi, dengan kepentingan publik sebagai salah satu titik perhatian utama.(zher).