KOTA TANGERANG — Sekretariat Bersama (Sekber) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang menjadi pusat edukasi olahraga domino melalui kegiatan Sosialisasi Aturan Pertandingan dan Literasi Olahraga Domino, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini bertujuan mengubah stigma negatif masyarakat terhadap domino sekaligus memperkenalkan permainan tersebut sebagai olahraga yang mengedepankan strategi, konsentrasi, disiplin, dan sportivitas.
Dalam kegiatan tersebut, Olahraga Domino (ORADO) Kota Tangerang menyerahkan satu meja standar pertandingan kepada PWI Kota Tangerang. Penyerahan ini menjadi bentuk apresiasi atas peran PWI dalam mendorong pengembangan domino sebagai olahraga prestasi di tengah masyarakat.
Ketua Harian ORADO Kota Tangerang, Abdel Kalif, menegaskan bahwa olahraga domino tidak boleh dikaitkan dengan praktik perjudian. Menurutnya, ORADO melarang keras segala bentuk taruhan dalam aktivitas yang diselenggarakan di bawah organisasi tersebut.
“ORADO melarang keras segala bentuk taruhan. Ini murni olahraga rakyat yang aman dan diakui. Domino bukan sekadar keberuntungan, melainkan membutuhkan strategi, konsentrasi tinggi, dan perhitungan matang,” ujar Abdel Kalif di Sekber PWI Kota Tangerang, Rabu (28/10/2026).
Ia menjelaskan, domino dalam konteks olahraga membutuhkan kemampuan menyusun strategi, membaca situasi pertandingan, mengingat keping yang telah dimainkan, serta mengambil keputusan secara cermat.
Menurut Abdel, karakteristik tersebut menjadikan domino berpotensi dikembangkan sebagai aktivitas positif bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia, termasuk kalangan dewasa hingga lanjut usia.
“Harapannya, semakin banyak orang yang bergabung dengan ORADO dan olahraga ini semakin mudah diakses masyarakat. Domino juga bisa menjadi salah satu aktivitas untuk melatih daya ingat, terutama bagi masyarakat yang sudah memasuki usia menengah hingga lanjut usia,” katanya.
PB ORADO Menjadi Anggota KONI Pusat
Pengembangan olahraga domino di Indonesia turut mendapat momentum setelah Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB ORADO) resmi menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.
Keputusan tersebut disampaikan dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI 2026 di Pullman Jakarta Central Park, Kamis (21/5/2026).
Pengakuan tersebut menjadi salah satu landasan bagi pengembangan domino melalui sistem organisasi, regulasi pertandingan, dan kompetisi yang lebih terstruktur.
Selama ini, domino telah lama menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Permainan tersebut dapat dijumpai di berbagai lingkungan, mulai dari warung kopi hingga kegiatan komunitas.
Namun, praktik taruhan di sejumlah tempat turut membentuk stigma negatif terhadap permainan ini. Melalui pendekatan olahraga, ORADO berupaya mendorong perubahan persepsi masyarakat dengan menempatkan aturan pertandingan, disiplin, dan sportivitas sebagai unsur utama.
Sosialisasi Menuju Turnamen Domino PWI Kota Tangerang
Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Domino PWI Kota Tangerang, Barus, menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju Turnamen Domino PWI Kota Tangerang yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (31/10/2026).
Menurut Barus, kegiatan literasi ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memahami regulasi pertandingan sekaligus mengenal nilai-nilai sportivitas dalam olahraga domino.
“Melalui kegiatan literasi ini, kami ingin memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat mengenai aturan pertandingan hingga nilai sportivitas. Ajang ini juga digelar untuk menyemarakkan Hari Sumpah Pemuda sekaligus mempererat silaturahmi insan pers dengan mitra kerja,” kata Barus.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Kota Tangerang dalam memperkenalkan dan mengembangkan olahraga di tengah masyarakat.
Melalui sosialisasi aturan dan penyelenggaraan turnamen, PWI Kota Tangerang bersama ORADO berharap domino dapat berkembang sebagai olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas, mempererat hubungan sosial, serta membuka ruang kompetisi yang sehat tanpa praktik perjudian.(*)



