Pemprov Banten Percepat Revitalisasi Sekolah, Jamaludin: Pendidikan Berkualitas Dimulai dari Lingkungan Belajar yang Layak


SERANG – Pemerintah Provinsi Banten terus memperkuat komitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui percepatan Program Revitalisasi Sekolah yang merupakan bagian dari program strategis nasional. Program ini tidak hanya menyasar perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Dr. H. Jamaludin, M.Pd., menegaskan bahwa revitalisasi sekolah menjadi langkah fundamental dalam menyiapkan generasi unggul dan berdaya saing.

“Pendidikan yang berkualitas dimulai dari lingkungan belajar yang layak. Revitalisasi sekolah bukan hanya soal bangunan, tetapi tentang menghadirkan ruang belajar yang aman, nyaman, dan mampu mendukung proses pembelajaran yang optimal,” ujar Jamaludin.

Ia menjelaskan, program revitalisasi sekolah merupakan bagian dari program hasil cepat (quick win) pemerintah pusat yang dilaksanakan melalui mekanisme swakelola dengan melibatkan sekolah dan komite sekolah. Skema ini bertujuan mempercepat pengerjaan sekaligus menjamin transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan.

Secara nasional, program revitalisasi sekolah telah menjangkau sebanyak 16.171 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp16,9 triliun. Pada tahun 2026, program ini akan kembali dilanjutkan untuk sekitar 11.700 sekolah, dengan target jangka panjang mencapai 71 ribu satuan pendidikan hingga tahun 2029.

Di Provinsi Banten sendiri, manfaat program ini sudah dirasakan secara nyata. Tercatat sebanyak 323 sekolah telah direvitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp380 miliar. Khusus wilayah Tangerang Raya, sebanyak 96 sekolah menerima bantuan revitalisasi dengan nilai anggaran sekitar Rp105 miliar.

“Program ini memberikan dampak langsung bagi dunia pendidikan di Banten. Sekolah menjadi lebih layak, proses belajar mengajar lebih kondusif, dan yang terpenting keselamatan serta kenyamanan warga sekolah semakin terjamin,” tambah Jamaludin.

Tak hanya berdampak pada sektor pendidikan, revitalisasi sekolah juga memberi efek domino terhadap perekonomian lokal. Program ini tercatat mampu menggerakkan aktivitas UMKM, menyerap tenaga kerja lokal, serta meningkatkan perputaran ekonomi di wilayah sekitar sekolah.

Sepanjang tahun 2025, realisasi revitalisasi sekolah secara nasional meliputi berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD sebanyak 1.552 sekolah, SD 6.328 sekolah, SMP 3.989 sekolah, SMA 2.272 sekolah, SMK 1.465 sekolah, SLB 385 sekolah, serta PKBM dan SKB sebanyak 176 satuan pendidikan.

Jamaludin menegaskan, keberhasilan program revitalisasi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh warga sekolah dan masyarakat.

“Kami mengajak seluruh elemen pendidikan, mulai dari kepala sekolah, guru, peserta didik, orang tua, hingga masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas sekolah. Dengan begitu, manfaat revitalisasi ini bisa berkelanjutan dan dirasakan oleh generasi Banten ke depan,” tuturnya.

Dengan percepatan revitalisasi yang terus dilakukan, Pemprov Banten optimistis kualitas pendidikan di daerah akan semakin meningkat, sekaligus memperkuat pondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
(Zher)


Next Post

Museum Multatuli Naik Peringkat, Ditetapkan Museum Tipe B oleh Kementerian Kebudayaan RI

Sen Jan 26 , 2026
Museum Multatuli di Kabupaten Lebak kembali mencatat prestasi penting di tingkat nasional setelah ditetapkan sebagai Museum Tipe B oleh Kementerian […]