Pemkab Pandeglang Kembali Beli Randis Mewah Seharga Rp550 Juta


Pandeglang – Gaya mewah kembali ditunjukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, dengan membelikan 1 unit kendaraan dinas (Randis) merek Toyota All New Fortuner, seharga Rp550 Juta, untuk kendaraan oprasional Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang.

Padahal, daerah yang memiliki julukan kota santri ini, selalu beralasan kekurangan anggaran bila disinggung terkait buruknya kondisi infrastruktur yang ada, maupun lambannya capaian percepatan pembangunan.

Hal ini deketahui, dari data yang berhasil dihimpun dari website sirup.lkpp.go.id, kode RUP (Rencana Umum Pengadaan) 19477361 dengan nama paket Belanja Modal Pengadaan Kendaraan Dinas Bermotor di Satuan Kerja Sekertariat Daerah (Setda) Kabupaten Pandeglang.

Diketahui dalam info website tersebut, kendaraan dinas roda 4, dengan total pagu Rp550.000.000,- yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2019, dengan pelaksanaan kontrak diketahui pada bulan Januari-Februari 2019 lalu. 

Tidak sampai di situ, selain pembelian kendaraan dinas jenis Fortuner yang harganya cukup fantastis, diwaktu yang sama juga terdapat info pembelian kendaraan dinas roda 4 lainnya, dengan merk Toyota Inova seharga Rp453 juta (pagu anggaran), yang juga berada di Satuan Kerja Sekertariat Daerah (Setda) Kabupaten Pandeglang. Namun pengadaan Randis jenis Inova ini, belum dapat diketahui untuk siapanya.

Meskipun diketahui dalam laman Sirup (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) tersebut pembelian kedua Randis itu ditengat waktu pada bulan Januari-Februari 2019 lalu. Namun hingga kini keberadaan mobil itu belum terlihat digunakan, bahkan Sekda yang seharusnya mendapatkan jatah penggunaan Randis itu, hingga kini masih memakai mobil lamannya, demikian pula dengan Randis jenis Toyota Inova.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perlengkapan pada Setda Pandeglang, Enjat membenarkan, bahwa Randis merek Toyota All New Fortuner yang dibeli pihaknya diperuntukan bagi kendaraan oprasional Sekda Pandeglang. Namun ia engan berkomentar lebih banyak, dan selalu melempar jawaban agar bertanya langsung ke Kepala Bagian (Kabag) Perlengkapan.

“Iya ke Pak Kabag saja (Mustandri), dijawabnya di Pak Kabag,” kata Enjat saat ditemui di kantornya sambil menujukan gerak gerik tak tenang, Senin (18/11/2019).

Demikian juga ketika dikonfirmasikan terkait alokasi anggaran yang dikeluarkan untuk membeli Randis tersebut, Enjat pun kembali tidak mau berkomentar banyak, dirinya hanya meminta agar para pewarta (wartawan) untuk melihat langsung ke situs Unit Layanan Pengadaan (ULP).

“Kan udah ada di ULP, kan itu ditayangkan langsung di Sirup. Kawan-kawan bisa tanyakan itu langsung ke pak Kabag aja yang lebih jelas,” kilahnya. 

Saat dipertegas keberadaan Randisnya sudah turun atau belum, lagi-lagi dia berkilah Kabag yang lebih tahu jelas. Tapi dia mengungkapkan yang dibeli itu dua unit yakni Fortuner dan Inova, hanya saja khusus Inova dia berkilah tidak tahu. 

“Ke Pak Kabag saja. Kalau tidak salah sama Inova, nanti Pak Kabag. Gimana pimpinan saya tidak bisa, ya ok,” tandasnya sambil terburu-buru masuk ke arah ruangan Kabag Perlengkapan. 

Terpisah, Asisten Daerah (Asda) III Bidang Administrasi Umum Setda Pandeglang, Kurnia Satriawan membenarkan, adanya pengadaan Randis yang diperuntukan Sekda. Bahkan dia juga menegaskan, kegiatannya sudah dilaksanakan. 

“Sudah dilaksanakan itu, dan itu memang sudah teranggarkan didalam dokumen pelaksanaan anggaran Setda. Kalau tidak salah harganya juga harga GSO, waduh kalau berapanya harus ke teknis bagian perlengkapan,” katanya saat ditemui di gedung DPRD Pandeglang. 

Saat dipertegas melanggar aturan tidak Sekda menggunakan mobil mewah. Mantan Kepala Bappeda ini menegaskan, jangan melihat dari mereknya, akan tetapi harus melihat dari CC-nya. 

“Kan diaturnya pakai CC, bukan merek. Apalagi kan, kalau kami nyebut merek didalam dokumen itu, namanya monopoli sudah mengarahkan kepada merek tertentu. Kalau gak salah esselon II itu mencapai 2.000 CC,” kilahnya. 

Dia juga menyarankan agar langsung ke Kabag Perlengkapan. “Untuk jelasnya nanti kawan-kawan atau Aa (sebutnya ke wartawan), tanya sama Kabag Perlengkapan. Kan masalah teknis banget itu, berapa CC-nya,” tandasnya. 

Begitu juga saat dipertanyakan mobil lama Sekda Pandeglang posisinya kenapa belum ditarik, ia mengaku bakal ngecek terlebih dahulu. “Nanti kami cek sudah ditarik apa belumnya. Mungkin sudah ditarik kali A, karena kan satu juga cukup,” tambahnya.

Ia pun mengaku, belum mengetahui secara pasti untuk Randis Inova peruntukan siapa. “Kalau peruntukannya mesti dicek dulu ya,” pungkasnya. (Daday)


Next Post

Surprise Untuk PNS Siti Rohana di Hari Jadinya Ke-56

Sen Nov 18 , 2019
Madiun – Selepas pelaksanaan Upacara Bendera, belasan PNS Korem 081/DSJ tampak berbondong-bondong menuju ke Kantor Penrem 081/DSJ, Jl. Pahlawan No. […]