TANGERANG – Markas Komando Resor Militer (Makorem) 052/Wijayakrama menggelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang berlangsung khidmat di Masjid Al-Ikhlas Korem 052/Wkr, Jalan Boulevard Diponegoro, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan keagamaan tersebut mengusung tema “Isra Mi’raj dengan Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW, Membentuk Karakter Prajurit yang Prima Guna Menuju Indonesia Maju”, dan diikuti oleh seluruh keluarga besar Korem 052/Wijayakrama.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasrem 052/Wkr Kolonel Inf Ato Sudiatna, para Kasi, Pasi, Kabalak, jajaran perwira staf, prajurit, PNS Korem 052/Wkr, serta Ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan, ceramah agama, dan ditutup dengan doa bersama. Suasana khusyuk terasa menyelimuti seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam sambutan Komandan Korem 052/Wkr Brigjen TNI Faisal Rizal, S.I.P., yang dibacakan oleh Kasrem 052/Wkr, disampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, namun harus dimaknai sebagai momentum refleksi spiritual bagi seluruh prajurit.
“Peringatan Isra Mi’raj hendaknya menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus membentuk karakter prajurit yang berakhlak mulia, profesional, dan berintegritas,” ungkapnya.
Danrem juga menegaskan pentingnya menjaga disiplin serta menjauhi segala bentuk pelanggaran, baik yang berkaitan dengan norma hukum maupun agama. Prajurit Korem 052/Wijayakrama diharapkan mampu menjadi teladan, pelopor, dan panutan di tengah masyarakat.
Sementara itu, ceramah inti disampaikan oleh KH Syamsudin Buaya, S.Pdi. Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan salah satu mukjizat besar Rasulullah SAW yang sarat dengan hikmah dan pelajaran bagi umat Islam.
Ia menguraikan bahwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram hingga Sidratul Muntaha menjadi momentum ditetapkannya kewajiban sholat lima waktu, yang merupakan tiang agama dan fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim.
“Isra Mi’raj mengajarkan pentingnya kebersihan hati, kesucian diri, serta kekuatan iman dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebelum peristiwa tersebut, Rasulullah SAW mengalami pembersihan hati sebagai simbol penyucian jiwa,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Isra Mi’raj juga menjadi bukti kekuasaan Allah SWT yang tidak terbatas, sekaligus menegaskan kemuliaan derajat Nabi Muhammad SAW di hadapan umat manusia.
Melalui peringatan ini, diharapkan seluruh prajurit dan keluarga besar Korem 052/Wijayakrama semakin memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, serta mampu mengimplementasikan ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di lingkungan Korem 052/Wijayakrama berlangsung tertib, aman, dan penuh makna religius. (Zher)



