Pendidikan adalah investasi masa depan bangsa, pembangunan Indonesia tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi bagaimana membangun fondasi terpentingnya, yakni pembangunan manusia yang berkualitas.
Pembangunan manusia yang berkualitas menjadikan pendidikan sebagai komponen utama pendukung Indonesia Maju, sehingga harus dapat ditempatkan sebagai investasi jangka panjang, utamanya dalam menyiapkan generasi yang sehat, berkarakter, berpengetahuan, produktif, inovatif, dan mampu bersaing secara global.
Guna mewujudkan hal tersebut, Kemensetneg melalui Deputi Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan SDM Sekretariat Wakil Presiden RI, Eddy Cahyono Sugiarto mengajak seluruh guru dan tenaga pendidikan meningkatkan kompetensinya memastikan digitalisasi pembelajaran dapat diimplementasikan secara optimal dalam mempersiapkan SDM Unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Forum Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Pendidik di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Bandung Jawa Barat, pada Sabtu 3 Oktober 2026.
Guru adalah masa depan Indonesia, yang tidak hanya sekedar menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga berperan penting dalam membentuk cara berpikir, karakter, dan masa depan anak-anak Indonesia.
“Guru hari ini tidak hanya menguasai apa yang diajarkan. Guru harus memahami bagaimana anak belajar, teknologi yang digunakan anak, perubahan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, dan tantangan sosial yang dihadapi generasi muda” ungkap Eddy.
Peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan harus mampu mengubah kualitas pembelajaran. Dengan demikian, keberhasilan pengembangan kompetensi guru harus diukur dari dampaknya terhadap proses dan hasil belajar peserta didik.
Transformasi digital harus mengubah cara guru mengajar, digitalisasi pembelajaran digunakan sebagai sarana untuk melakukan lompatan kualitas pendidikan, termasuk melalui papan interaktif dan distribusi konten pembelajaran.
Karena itu, guru perlu memiliki kompetensi digital dan mengajarkan literasi digital, berperam sebagai mentor, pembentuk karakter dan penggerak perubahan” ujar Eddy.
Pendidikan tidak boleh menghasilkan anak yang hanya pintar secara akademik, karena itu, guru diharapkan dapat menjadi role model, menjadi penggerak dalam mengejar ketertinggalan dalam bidang science, technology, engineering and mathematics (STEM).
“Kalau kita ingin Indonesia menjadi negara maju, kita harus membangun manusia unggul. Dan untuk membangun manusia unggul, kita membutuhkan guru yang unggul” pungkas Eddy menutup presentasinya.



